Tujuan Talqin Dzikir

Adalah melaksanakan perintah Alloh SWT. Alloh berfirman; “Fa is’aluu ahladz dzikri in kuntum laa ta’lamuun”. Yang namanya is’al, artinya dalam bahasa kita yaitu mintalah. Bisa juga diartikan dengan makna bertanyalah. Bisa pula dengan makna mintalah izin (ijazah, petunjuk) kepada orang yang ahli dzikir, yaitu Guru Mursyid. Sebab yang berhak memberi pelajaran dzikir (dalam kategori dzikir khos), yaitu dzikir Thoreqot Qodiryyah wa Naqsyabandiyyah (TQN) hanyalah hak Guru Mursyid. 

Adapun Para Wakil Talqin adalah kepanjangan tangan seorang Guru Mursyid  (sebagai wakil) saja. Guru Mursyid itu diumpamakan sebuah bendungan air  maka Para Wakil Talqin itu sebagai kran dan ketika dibutuhkan airnya, ia akan tetap keluar air dari sumbernya, yaitu dari Guru Mursyid. Sehingga air yang keluar itu sama sesuai yang dibutuhkan baik rupa atau jenisnya, tidak ada bedanya dengan sumber air yang berada di Guru Mursyid. Adapun kran yang ada di para Wakil Talqin itu tidak mengandung air sedikitpun kecuali pemberian dari Guru Mursyid.
 
Hubungan Guru dan Murid

Didalam melaksanakan ajaran Thoreqot Qodiriyyah wa Naqsyabandiyyah (TQN) itu ada yang namanya ‘alaiq, yaitu hubungan antara murid dan Guru Mursyid, diantaranya adalah Robithoh (hubungan antara murid dan Mursyid) sebagai wasilah (perantara) atau saluran ruhani untuk berhubungan dengan Alloh.

Makanya Alloh mengajarkan; “Wa’budulloha wabtaghuu ilaihil wasilah”. Artinya, “beribadahlah kamu semua kepada Alloh dan carilah dalam menuju kepada-Nya dengan wasilah”. Pertanyaannya kenapa? Sebab kita ini tidak bisa langsung bertemu Alloh sedangkan Kanjeng Nabi Muhammad saja melalui wasilah Malaikat Jibril.


Kita sebagai umat Rasululloh Muhammad SAW yang hidup di zaman sekarang ini, tentu sudah tidak lagi dapat melihat secara langsung Kanjeng Nabi Muhammad. Begitu kan? Maka diperlukan untuk mencari wasilah, mencari perantara (wakil-wakilnya) sampai hari kiamat dan hakikatnya kita ini tetap langsung beribadah kepada Gusti Alloh. Makanya harus ada robithoh seorang murid kepada guru, guru kepada gurunya yang di atasnya lagi dan seterusnya sampai kepada Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani. 
Ini yang disebut dengan Thoreqot jalur Qodirriyyah. 

Adapun Thariqat jalur Naqsybandiyyahnya yaitu dari guru-gurunyanya terus sampai kepada Syeikh Bahaudin An-Naqsyabandy. Beliau mengambil dari guru-gurunya sampai kepada Sayyidina Abu Bakar Ash-Shidiq dan yang Qodiriiyah (Syeikh Abdul Qodir) dari guru-gurunya sampai kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib KW. Kedua Sahabat tersebut mengambil benih dzikir dari Rasululloh SAW, Rasululloh dari Malaikat Jibril dan Malaikat Jibiril dari Alloh SWT.
 
Read more

Duduk Tafakur

Bismillah hirohman Nirohim,

Di malam yang sunyi ku hadapkan wajahku kepada Dzat yang memilikiku dengan duduk bersila, kulepaskan ketegangan tubuhku, mulailah ku masuki ruang kosong yang ada pada diriku, kutatap hamparan ruang kosong yang ada di dalam diriku teryata tidak ada bedanya yang ada di dalam diriku.

Inikah yang di sebut maha meliputi dengan dzatnya yang maha agung, yang tidak dapat di sentuh serta di bayang- bayang kan dengan apapun juga. ku diamkan fikiranku dari kecemasan kecemasan serta suara tentang hidup dan juga kehidupan, mulailah aku bisa merasakan aliran nafasku yang selama ini ada namun menjadi seakan tiada, karena kesibukan fikiranku yang mengejar sesuatu yang semestinya tidak perlu.

Nafas tandanya kehidupan Dan Nafas tandanya tuhan masih mengasihiku, serta nafasku tandanya aku masih di beri kehidupan, awalnya nafasku meburuk  masih ada suara suara di hatiku, kemudian aku mulai perhatikan pada pertanda tuhan masih mengasihiku pada dalam setiap tarikan nafasku yang mulai teratur dan mualai mengendur. Setiap tarikan nafasku ku rasakan damai nya hati karena dalam aliran  tarikan nafasku itu ku rasakan juga nafas semesta ,sang jiwa dunia. 

semakin ku ikuti aliran nafasku sampai masuk dalam diriku, ku rasakan diri ini menjadi kosong. kosong dari pada pertanyaan, kosong dari pada ketakutan serta kosong dari pada segala  kecemasan. tapi di saat aku ada pada puncak kekosongan aku merasa penuh oleh cahaya kasihnya, aku merasa di selimuti olehnya, aku tidak merasa adanya diri, dalam kasihnya. aku lebur dalam kasihnya. semua itu ku rasakan jadi satu aku. aku dan kegelapan menjadi satu akupun dengan yang lain menjadi satu aku dan alam semesta menjadi satu . semua realitas yang aku kenal menjadi satu dengan cahayanya. kedalam diri adalah perjalanan yang penting dari perjalanan manusia. ini adalah adalah perjalanan menuju kebenaran yang sesungguhnya, perjalanan menuju pada sumber dari segala sumber yaitu allah. ini adalah tempat dimana kita bisa menemukan kebijaksanaan dan spiritual yang sebenarnya yang penuh dengan pengetahuan. semua ini di lakukan dengan cara tafakur dengan cara mendiamkan diri dari fikiran dan perasaan.

pemahaman tentang spiritual atau hukum atau penciptaan yang mana nantinya akan menjadikan diri kita harmonis ke dalam setiap hari-harinya. dengan tafakur kita menghubungna potensi diri dengan pencipta. serta akan mengenal apa itu kesadaran diri sendiri yang membawa kita pada expresi diri . jiwa ini adalah sumber penghubung antara diri kita dan tuhan.  semoga kita bisa istikomah melakukan koneksi jiwa yang terhubung kepada sang pecipta semesta ini, dan ketika kita sudah berhasil memasuki ke diri kita sendiri secara otomatis kita akan terhubung kepada diri kita yang sejati dan dengan mudah semua pengetahuan serta ketenangan jiwa akan dengan mudah dapat di rasakan.

Sekian semoga bermanfaat wawasan ini untuk diri saya prbadi dan kalian yang membacanya untuk sekedar pengetahuan atau wawasan cara pandang kita terhadap kehidupan.

Amin ya robbalalamin...
Read more

Dzikir Adalah Rohnya Ibadah

Pada tatanan spiritualitas Islam, dzikrullah merupakan kunci membuka hijab dari kegelapan menuju cahya Ilahy. Alqu’an menempatkan dzikrullah sebagai pintu pengetahuan makrifatullah, sebagaimana tercantum dalam surat Ali Imran 190-191:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, atau sambil duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”

Kalimat “yadzkurunallah” orang-orang yang mengingat Allah, didalam `tata bahasa arab’ berkedudukan sebagai ma’thuf (tempat bersandar) bagi kalimat-kalimat sesudahnya, sehingga dzikrullah merupakan dasar atau azas dari semua perbuatan peribadatan baik berdiri, duduk dan berbaring serta merenung (kontemplasi).

Dengan demikian praktek dzikir termasuk ibadah yang bebas tidak ada batasannya. Bisa sambil berdiri, duduk, berbaring, atau bahkan mencari nafkah untuk keluarga sekalipun bisa dikatakan berdzikir, jika dilandasi karena ingat kepada Allah. Juga termasuk kaum intelektual yang sedang meriset fenomena alam, sehingga menemukan sesuatu yang bermanfaat bagi seluruh manusia.

Dzikrullah merupakan sarana pembangkitan kesadaran diri yang tenggelam, oleh sebab itu dzikir lebih komprehensif dan umum dari berpikir. Karena dzikir melahirkan pikir serta kecerdasan jiwa yang luas, maka dzikrullah tidak bisa hanya diartikan dengan menyebut nama Allah, akan tetapi dzikrullah merupakan sikap mental spiritual mematuhkan dan memasrahkan kepada Allah Swt.

Dari Dardaa Ra : bersabda Rasulullah Saw “Maukah kalian saya beritakan sesuatu yang lebih baik dari amal-amal kalian, lebih suci dihadapan penguasa kalian, lebih luhur di dalam derajat kalian, lebih bagus bagi kalian dari pada menafkahkan emas dan perak, dan lebih bagus dari pada bertemu musuh kalian (berperang) kemudian kalian menebas leher-leher mereka atau merekapun menebas leher-leher kalian ??”

Mereka berkata : “baik ya Rasulullah”. Beliau bersabda : “dzikrullah” atau ingat kepada Allah (dikeluarkan oleh At thurmudzy dan Ibnu Majah, dan berkata Al Hakim: shahih isnadnya).

Betapa dzikrullah ditempatkan pada posisi yang sangat tinggi, karena merupakan jiwa atau rohnya seluruh peribadatan, baik shalat, haji, zakat, jihad dan amalan-amalan lainnya. Dari sisi lain, Allah sangat keras mengancam orang yang tidak ingat kepada Allah didalam ibadahnya. Seperti dalam surat Al Ma’un ayat :4-6

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. Orang-orang yang berbuat riya’.”

“fashalli lirabbika” maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu (QS.108:2 )

Perbuatan `riya’ ialah melakukan suatu amal perbuatan tidak untuk mencari keridhaan Allah, akan tetapi untuk mencari pujian atau kemasyhuran di masyarakat. Amal perbuatan seperti itu yang akan ditolak oleh Allah, dan dikategorikan bukan sebagai perbuatan Agama (Ad dien).

Banyak orang yang mendirikan shalat, sementara ia hanya mendapatkan rasa lelah dan payah (Al Hadist)

Sabda Nabi Saw : “Akan datang pada suatu masa, orang yang mengerjakan shalat, tetapi mereka belum merasakan shalat” (HR. Ahmad, dalam risalahnya: Ash shalatu wa ma yalzamuha)

Jadi jelaslah maksud hadist-hadist diatas bahwa seluruh peribadatan bertujuan untuk memasrahkan diri dan rela kepada Allah, sebagaimana pasrahnya alam semesta.

Untuk mencapai kepada tingkatan yang ikhlas kepada Allah serta menerima Allah sebagai junjungan dan pujaan, jalan atau sarana yang paling mudah telah diberikan Allah, yaitu dzikrullah. Keikhlasan kepada Allah mustahil bisa dicapai, tanpa melatih dengan menyebut nama Allah serta melakukan amalan-amalan yang telah ditetapkan-Nya.

Telah menyebutkan Abdullah bin Yusr, bahwa sesungguhnya ada seorang lelaki berkata. wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat iman itu sungguh amat banyak bagiku, maka kabarkanlah kepadaku dengan sesuatu yang aku akan menetapinya. Beliau bersabda : “Senantiasa lisanmu basah dari dzikir (ingat) kepada Allah Ta’ala.”

Keluhan laki-laki yang datang kepada Rasulullah menjadi pelajaran dan renungan bagi kita , yang ternyata syariat iman itu amat banyak jumlahnya dan tidaklah mungkin kita mampu melaksanakan amalan syariat yang begitu banyak tersebut, kecuali mendapatkan karunia bimbingan dan tuntunan dari Allah Swt. Rasulullah telah memberikan solusinya dengan memerintahkan selalu membasahi lisan kita dengan menyebut nama Allah.

Dengan cara melatih berdzikir kepada Allah kita akan mendapatkan ketenangan, kekhusyu’an dan kesabaran yang berasal dari Nur Ilahy.

Keutamaan berdzikir kepada Allah

Apabila benar-benar mengerjakan dzikir menurut cara yang dikehendaki oleh Allah dan Rasul-Nya, sedikitnya ada dua puluh keutamaan yang akan dikarunikan kepada yang melakukannya, yaitu :
  1. Mewujudkan tanda baik sangka kepada Allah dengan amal shaleh ini.
  2. Menghasilkan rahmat dan inayat Allah
  3. Memperoleh sebutan yang baik dari Allah dihadapan hamba-hamba yang pilihan
  4. Membimbing hati dengan mengingat dan menyebut Allah
  5. Melepas diri dari azab
  6. Memelihara diri dari was-was syaitan khannas dan membenteng diri dari ma’syiat
  7. Mendatangkan kebahagiaan dunia dan akhirat.
  8. Mencapai derajat yang tinggi disisi Allah
  9. Memberikan sinaran kepada hati dan menghilangkan kekeruhan jiwa
  10. Menghasilkan tegaknya suatu rangka dari iman dan islam
  11. Menghasilkan kemulliaan dan kehormatan pada hari kiamat
  12. Melepaskan diri dari rasa sesal
  13. Memperoleh penjagaan dari para malikat.
  14. Menyebabkan Allah bertanya tentang keadaan orang-orang yang berdzikir itu.
  15. Menyebabkan berbahagianya orang-orang yang duduk beserta orang-orang yang berdzikir, walupun orang yang turut duduk itu tidak berbahagia .
  16. Menyebabkan dipandang ahlul ihsan, dipandang orang-orang yang berbahagia dan pengumpul kebajikan.
  17. Menghasilkan ampunan dan keridhaan Allah
  18. Menyebabkan terlepas dari suatu pintu fasik dan durhaka. Karena orang yang tidak menyebut Allah (tidak berdzikir) dihukum sebagai orang fasik.
  19. Merupakan ukuran untuk mengetahui derajat yang diperoleh di sisi Allah.
  20. Menyebabkan para Nabi dan orang-orang mujahidin (syuhada) menyukai dan mengasihi. (Al Fathul Jadied : syarah At Targhieb Wat Tarhieb)
Dengan sebagian manfaat yang tercantum diatas, layaklah jika dzikrullah di dudukkan sebagai pintu pembuka jalan kebajikan dan jalan makrifatullah. Keutamaan-keutamaan tersebut bukan sekedar catatan yang menarik bagi kaum muslimin, akan tetapi hal tersebut bisa kita peroleh dan dirasakan dengan sebenar-benarnya, apabila kita serius dan sungguh-sungguh didalam melaksanakan amalan-amalan dzikir kepada Allah.

Dalil-dalil yang menganjurkan dzikrullah serta ancaman bagi yang meninggalkannya.

    Surat Ali”Imran (190-191)
    Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda dari orang yang berakal. (3-190) (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksaan neeraka.
    Surat An Nisaa’ (103)
    Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah diwaktu berdiri, diwaktu duduk dan diwaktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguh-nya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.
    Surat Al Anfaal (45)
    Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.
    Al Munaafiquun (ayat 9)
    Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.
    Al Mujaadilah (ayat 19)
    Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa golongan syetan itulah golongan yang merugi.
    Az zukhruf :36
    Barang siapa yang berpaling dari ingat kepada yang maha pemurah, kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syetan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.ereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas…, mereka bermaksud riya’ (dengan shalat) dihadapan manusia, tidaklah mereka menyebut Allah kecuali hanya sedikit sekali.
    Al baqarah 152
    Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmatku)
    Al baqarah 200
    Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau bahkan lebih banyak dari itu.
    Al Ahzab 35
    Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang benar.
    Al Ahzab 41
    Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir sebanyak-banyak nya.
    An Nur 37
    Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula oleh jual beli dari mengingat Allah, dan (dari) membayar zakat. mereka takut kepada suatu hari yang (dihari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.
    Al A’Raaf 205
    Dan sebutlah (nama) Tuhanmu didalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut dan tidak mengeraskan suaramu, diwaktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai (tidak berdzikir)
    Ar Ra’d :28
    (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah, ingatlah, hanya dengan mengingat Allalh hati menjadi tentaram.
    Al Jumu’ah :9
    Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk sembahyang pada hari jum’at, maka segeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui

Hadist-hadist Rasulullah

Dari Abu Hurairah Ra. Dari Rasulallah Saw. Bersabda : “barang siapa yang duduk pada suatu termpat duduk yang dia tidak dzikir (ingat) kepada Allah, dan atau ditempat itu, maka ada atasnya kebencian dari Allah ta’ala. Dan barang siapa bertiduran pada tempat tidur yang ia tidak dzikir kepada Allah ditempat itu, maka ada atasnya kebencian dari Allah”, artinya merupakan kekurangan tabiat jelek dan kerugian. (dikeluarkan oleh Abu Dawud)
 
Banyaklah olehmu menyebut Allah disegenap keadaan karena tak ada sesuatu amal yang lebih disukai Allah dan tak ada yang sangat melepaskan hamba dari suatu bencana di dunia dan akhirat dari pada menyebut Allah (HR: At Tabrany )
 
Berfirman Allah Swt. Aku menurut persangkaan hamba-Ku kepada-Ku dan aku besertanya dimana ia mengingat akan Aku (HR Bukhari Muslim)
    
Tidaklah duduk sesuatu kaum disuatu majelis lantas mereka menyebut nama Allah dimajelis itu melainkan mengelilingi mereka dan rahmat menutupi mereka dan Allah menyebut mereka dihadapan orang-orang yang disisi-Nya ( HR Ibn Syaiban. Tahfudz Dzikirin:12)
    
Tiada berkumpul suatu kaum didalam suatu rumah Allah (masjid) untuk menyebut Allah hendak memperoleh keridhoan-Nya melainkan Allah memberikan ampunan kepada mereka itu. Dan menggantikan keburukan-keburukan mereka dengan berbagai kebaikan (HR Ahmad At Targhieb 3:63)

Barang siapa tiada banyak menyebut Allalh, maka sesungguhnya terlepas dia dari imannya (HR. At Tabrany dalam Al Ausath )

Bahwasanya Allah berfirman: “hai anak Adam, apabila engkau telah menyebut akan Aku, berarti engkau telah mensyukuri akan Aku. Dan apabila engkau telah melupakan akan Aku, berarti engkau telah mengingkari nikmat dan ihsan-Ku” ( HR. At Tabrany dalam Al Ausath)
 
Perumpamaan orang yang menyebut tuhannya dengan orang orang yang tidak menyebut tuhannya, adalah umpama orang yang masih hidup dibanding dengan orang mati. (HR. Bukhary At TarghiebWat Tarhieb 3:59)

Berkata Abu Hurairah Ra. Bersabda Nabi Muhammad Saw. telah mendahului “mufarridun”. Mereka (para sahabat) berkata: Apakah Mufarridun itu? Beliau menjawab: orang-orang lelaki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah (dikeluarkan Oleh Imam Muslim)

Telah menyebutkan Abdullah bin Yusr bahwa sesungguhnya ada seorang laki-laki berkata: Sesungguhnya syari’at iman itu sungguh amat banyak bagiku, maka kabarkanlah kepadaku dengan sesuatu yang aku menetapinya. Beliau bersabda: senatiasa lisanmu basah dari dzikir (ingat) kepada Allah Ta’ala.
 
Sudah terlalu banyak yang kita mengerti dari perintah-perintah Allah didalam Al Quran dan Al Hadist. Namun apakah akan tetap menjadikan dalil tinggallah dalil, dan kita tetap saja tidak mau berbuat banyak dalam melaksanakan peribadatan kepada Allah. Sampai kapan kita hanya mengumpulkan data-data keislaman yang tidak terhitung banyaknya. Apakah sebenarnya tujuan kita beragama !? Bukankah kita akan kembali kepada-Nya dengan tidak membawa apa-apa (Pasrah) !?

Terlalu panjang… kalau kita membicarakan persoalan yang tiada habis-habisnya. Apalagi mempersoalkan hal furuiyyah, syariat Islam itu tidak sekedar soal hukum-hukum positif saja, tetapi banyak nilai spiritual yang belum digali dengan benar. Akibatnya kita ketinggalan dengan para Yogi India yang menekuni realitas kejiwaan yang bersifat universal, sehingga para penganutnya bukan saja dari kalangan hindu, akan tetapi sebagian orang Islam dan bangsa Eropa yang beragama Kristen telah menekuninya tanpa harus menjadi Hindu. Dan membawa manfaat baik lahir maupun mental spiritualnya.
  • Mengapa nilai spiritual Islam tidak mampu menembus wilayah bangsa-bangsa lain yang bermanfaat bagi kedamaian manusia, yang diakui menyatakan Rahmatan lil’alamin !?
  • Mengapa kita memandang mereka dengan rasa kebencian dan bermusuhan.? Padahal tidak semua orang kafir harus diperangi (harbi).
  • Mengapa kita tidak melakukan saja pekerjaan yang bermanfaat untuk kesejahteraan ummat manusia dan alam?
  • Mengapa kita tidak menjadikan manusia itu cerdas dan bermental spiritual yang damai?
Lihatlah bangsa Jepang, negara yang amat kecil dan disegani lawannya, dikagumi semua Ummat, padahal dia tidak memiliki pasukan penggempur musuh.

Kita Ummat yang mengaku khairun Ummat (Ummat yang terbaik), ternyata dilecehkan dan dihinakan, dijajah, dan tidak dipandang sebagai ummat yang cerdas, bahkan hampir disamakan dengan bangsa primitif, karena menonjolkan sifat kekasaran, dan kekuatan ototnya. Kita mudah marah dan tersinggung, jika dikatakan ummat islam itu terbelakang, yang identik dengan kemiskinan dan kebrutalan.

Kenyataannya kita sering dihambat oleh ummat sendiri. Al islam mahjubun bil Muslim, kreatifitas dan inovasi pemikiran dan kajian ummat, terkadang diserang habis habisan tanpa ikut meneliti terlebih dahulu kebenarannya dengan alasan bid’ah.

Orang yang menekuni bidang pendidikan, filsafat, dan ilmu-ilmu sain dianggap tidak memperjuangkan ummat, padahal mereka adalah orang yang mengisi khasanah keilmuan yang digali dalam literatur Islam yang penuh dengan persoalan-persoalan manusia, alam dan fenomenanya. Saya mengajak segenap ummat Islam agar kembali kepada jalan suci yang dirintis para pendahulu kita, yang lebih banyak berbuat ketimbang berbicara. Islam berkembang bukan dengan kekerasan, akan tetapi melalui kebudayaan, melalui sains yang digali oleh para Ulama yang mengungkapkan keagungan dan keunikan alam semesta. Ulama-ulama yang sangat intens terhadap ilmu fisika, matematika, dan kedokteran seperti, Ibnu Sina, Al Jabber, Ibnu Rusydi dll, mempunyai andil mengangkat derajat dan kebesaran Islam pada abad ke tujuh sampai akhir abad kedua belas, hingga akhirnya terpuruk pada saat ini. Menurut pandangan saya, Jepang, Singapura, Perancis adalah potret negara Islami yang sebenarnya, sebab disanalah dasar-dasar filsafat Islam tertanam menjadi budaya yang tinggi seperti kedisiplinan, ketekunan, kesadaran hukum, kebersihan, wajib belajar, memperhati-kan hak asasi manusia, binatang, dan lingkungan. Hanya satu yang belum yaitu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya

Demikian harapan dan sentuhan rasa yang dalam akan keinginan khasanah keislaman dijalankan melalui gerakan jiwa yang dalam dan bersih. Dan hanya dengan berbuat melalui kesadaran spiritual yang tinggi keinginan itu akan tercapai. Sebab kesadaran adalah modal tertinggi untuk mencapai sesuatu. Bukan dengan emosi dan cemburu terhadap karya orang lain lalu kemudian memusuhinya tanpa jelas perkaranya. Hanya dengan berdzikir kepada Allah hati menjadi tenang sehingga melahirkan karya-karya yang bermanfaat dan berperilaku akhlaq yang mulia.

Memasuki keadaan diri (Aku)

Marilah kita belajar menyelami kesadaran diri yang sebenarnya, dan mengenali hakikat ruh yang biasa menyebut dirinya “Aku”. Dan saya tidak akan bicara soal dalil-dalil. Ibaratnya kita melakukan shalat, kita tidak lagi butuh dalil, akan tetapi kita tinggal memasuki keadaan shalat yang sebenarnya.

Manusia merupakan makhluq yang sempurna sehingga diangkat sebagai wakil Tuhan di muka bumi ini. Biarpun sebagian besar orang tidak mengerti banyak tentang sifat sebenarnya dari diri sendiri. Dalam susunan fisik, mental dan kerohaniannya terdapat sifat yang tertinggi maupun terendah. Didalam tulang-tulang terdapat kehidupan bersifat mineral, badan dan darahnya benar-benar mengan-dung bahan mineral.

Kehidupan fisik badan manusia mirip dengan kehidupan tanaman. Banyak keinginan /nafsu fisik serta emosi mirip dengan yang dimiliki oleh binatang. kemudian manusia mempunyai seperangkat sifat mental yang menjadi miliknya, dan tidak dimiliki oleh binatang yang bersifat rendah.

Benda-benda fisik dan mental tersebut adalah milik manusia, dan bukannya manusia itu sendiri. Sebelum manusia (“Aku”) dapat menguasai atau mengalahkan, dan mengarahkan benda yang menjadi miliknya yaitu alat dan instrumennya terlebih dahulu ia harus menyadari dirinya secara benar. Ia harus dapat membedakan mana yang merupakan Aku dan mana yang merupakan alat atau milik Aku, dapat membedakan mana yang Aku dan mana yang bukan Aku. Inilah tahapan pertama yang harus disadari.

Katakan bahwa Ruh itu adalah dari amar-amar-Ku, Aku adalah ruh yang ditiupkan kedalam tubuh yang terbuat dengan komposisi kosmos yang sempurna setelah diberi bentuk. ( Al Hijir 28-29) sang aku bersifat abadi tidak bisa mati, tidak bisa rusak. Ia memiliki kekuasaan, kebijaksanaan dan kenyataan.

Tetapi seperti halnya seorang bayi yang kemudian menjadi dewasa, bathin manusia tidak menyadari sifat potensial yang tertidur dalam dirinya, dan tidak mengenal dirinya sendiri yang sebenarnya. Bila diri sendiri yang sebenarnya sudah bangun, ia mengenal mana yang disebut Aku dan mana yang bukan Aku sebagai dirinya sendiri atau Aku. Aku inilah yang akan kembali kehadirat asalnya yaitu Inna lillahi wa inna ilaihi raji’uun.. Sesungguhnya Aku adalah berasal dari Allah dan kepada-Nya lah Aku kembali.

Badan ini mempunyai perasaan, keinginan dan nafsu. Tetapi pikiran semacam itu terdapat pula pada banyak orang yang mengaku beradab. Mereka menggunakan daya pikirnya guna memenuhi nafsu dan keinginan fisiknya, padahal mereka sebenarnya hidup dalam tingkat bathin naluri. Tentu, setelah orang menjadi lebih beradab maka perasaannya menjadi lebih halus, sedangkan orang primitif mempunyai perasaan kasar. Yang perlu dicatat adalah, pikiran orang beradabpun masih diperbudak oleh keinginan dan nafsu badannya.

Setelah manusia semakin tinggi tingkatannya, mulailah ia mempunyai konsep tentang Aku nya yang lebih tinggi. Ia mulai menggunakan pikirannya dan akalnya, maka ia pindah dari tingkat bathin naluri ke tingkat bathin mental – ia mulai menggunakan kecerdasannya, ia mulai merasakan bahwa bathinnya adalah lebih nyata bagi dirinya dari pada badannya – bahkan kadang ia melupakan badannya bila sedang terbenam dalam pemikiran secara serius.

Setelah kesadaran orang meningkat “yaitu kesadarannya berpindah dari tingkat mental ke tingkat kerohanian“ ia menyadari bahwa “Aku” yang sebenarnya adalah sesuatu yang lebih tinggi dari pada pikiran, perasaan dan badan fisiknya, bahwa semuanya ini dapat digunakan sebagai alat atau instrumennya. Pengetahuan ini bukan merupakan pengertian saja, tetapi merupakan kesadaran yang khas, artinya orang benar-benar merasakan sebagai Aku yang sebenarnya (sebagai bashirah).

Dalam kajian kali ini, kami coba menunjukkan kepada anda cara mengembangkan atau membangkitkan kesadaran Aku yang fitrah. Ini merupakan amalan pertama yang harus disadari, sebab kita tidak akan bisa melakukan pendekatan kepada Allah kalau tidak menyadari hakekat diri yang hakiki. Seperti tujuan melakukan amalan puasa dibulan ramadhan adalah mencapai fitrah (idul fitri, kembali kepada fitrah yang mempunyai sifat suci seperti bayi yaitu diri yang sejati atau “Aku”).

Kesadaran`Aku” ini merupakan langkah pertama pada jalan menuju keadaan yang disebut sebagai `penerang”, merupakan realisasi hubungan dengan Yang Maha Agung.
Sumber: Ustadz Abu Sangkan
Read more

Kaifiyah Thariqah Qadiriyah Wa Naqsyabandiyah

Seseorang yang memasuki dan mengambil thariqah Qodiriah wan Naqsyabandiyah ini, maka dia harus melaksanakan kaifiah atau tata cara  sebagai berikut;
1. Datang kepada guru mursyid untuk memohon izin memasuki thariqahnya dan menjadi muridnya. Hal ini dilakukan sampai memperoleh izinnya.
2. Mandi taubat yang dilanjutkan dengan shalat taubah dan shalat hajat.
3. Membaca istighfar 100 kali.
4. Shalat istikharah, yang bisa dilakukan sekali atau lebih sesuai dengan petunjuk sang Mursyid.
5. Tidur miring kanan dan menghadap kiblat sambil membaca shalawat Nabi Saw sampai tertidur.
Setelah lima hal tersebut dilakukan, selanjutnya adalah; Pelaksanaan Talqin Dzikir/Bai’at dengan cara kurang lebihnya seperti tersebut di atas. Melakukan puasa  dzir-ruh (puasa sambil menghindari  memakan makanan yang berasal dari  yang bernyawa) selama 41 hari.
Baru setelah itu, dia tercatat sebagai murid thariqah qodiriyah wan naqsyabandiyah. Adapun setelah menjadi murid thariqah ini, dia berkewajiban mengamalkan  wirid-wirid sebagai berikut;
a.   Diawali dengan membaca:
الهى انت مقصودى ورضاك مطلوبى, اعطنىمحبتك ومعرفتك ولا حول ولا قوة الا بالله العلى العظيم 3×
b.   Hadrah Al-Fatihah kepada Ahli silisilah Thariqah Qodiriah wan Naqsyabandiyah.
c.   Membaca Al-Ikhlas 3 kali,Al-Falaq 1kali, dan An-Nas 1 kali.
d.   Membaca shalawat umm 3 kali.

اللهم صل على سيدنا محمد النبى الامى وعلى اله وصحبه وسلم

e.   Membaca istighfar 3 kali.

استغفر الله  الغفور الرحيم

f.    Rabithah kepada guru mursyid sambil membaca:
لااله الا الله حي باق, لا اله الا الله حي موجود, لا اله الا الله حي معبود
g.   Membaca dzikir nafi itsbat (لا اله الا الله)  ) enam puluh lima kali.kemudian dilanjutkan dengan;
h.    Membaca lagi:

الهى انت مقصودى ورضاك مطلوبى, اعطنىمحبتك ومعرفتك ولا حول ولا قوة الا بالله العلى العظيم 3×

i.    Menenangkan dan mengkonsentrasikan hati ,kemudian kedua bibir dirapatkan sambil lidah ditekan dan gigi  direkatkan seperti orang mati, dan merasa bahwa inilah nafas terakhirnya sambil mengingat alam kubur dan kiamat dengan segala kerepotannya.
j.     Kemudian dengan hatinya mewiridkan dzikir ismudz-dzat ( (الله seribu kali
Keterangan:
- Semua wirid tersebut dilaksanakan setiap kali setelah shalat maktubah.
- Untuk dzikir ismudz- dzat, kalau sudah bisa istiqomah setelah shalat maktubah maka ditingkatkan dengan di tambah qiyamul lail dan setelah shalat dhuha.
- Untuk dzikir ismudz-dzat boleh dilakukan sekali dengan cara di ropel 5000 x (bagi yang masih ba’da maktubah) aau 7000 X (bagi yang  sudah di tingkatkan)
- Sikap duduk waktu melaksanakan wirid tersebut tidak ada keharusan tertentu. Jadi bisa dengan cara tawarruk,iftirasy atau bersila.
- Bacaan aurad tersebut  adalah bagi para mubtadi’ atau pemula.
- Ajaran aurad dan pelaksanaan amalan dzikir lainnya yang ada dalam thariqah  qodiriah wan Naqsyabandiyah ini secara lebih detail  dan terperinci, dapat diketahui apabila seseoang telah masuk menjadi anggotanya dan meningkat ajarannya.
Keterangan:
-Informasi mengenai kaifiyah dan amalan dalam thariqah qodiriyah wan naqsyabandiyah ini diperoleh dari  KH. Muhsin Syafi'i Al-Maqbuly, seorang mursyid thariqah Qodiriyah wan Naqsyabandiyah yang juga pengasuh pondok pesantren “ Roudlotul Muhsinin” , Al-Maqbul, Bululawang, Malang, Jawa Timur.
-Untuk kegiatan tawajuhhan di tempat KH. Muhsin Syafi'i Al-Maqbuly diadakan setiap hari selasa untuk putri/ibu-ibu, dan setiap hari Rabu untuk putra/bapak-bapak, mulai jam 08.00-12.00 wib.
-Untuk pelaksanaan bai’at, bisa dilakukan setiap saat.

Adapun sanad kemursyidan KH. Muhsin Syafi'i Al-Maqbuly adalah sebagai berikut:

KH. Muhsin Syafi'i
>>dari Syaikh Ihsan
>>dari Syaikh Muhammad Ibrahim
>>dari Syaikh Abdul Karim Banten
>>dari Syaikh Ahmad Khotib Sambas
>>dari Syaikh Syamsudin
>>dari Syaikh Muhammad Murodi
>>dari Syaikh Abdul Fath
>>dari Syaikh Utsman
>>dari Syaikh Abdurrahim
>>dari Syaikh Abu Bakar
>>dari Syaikh Yahya
>>dari Syaikh Hisamudin
>>dari Syaikh Waliuddin
>>dari Syaikh Nurrudin
>>dari Syaikh Sarofudin
>>dari Syaikh Samsudin
>>dari Syaikh Muhammad Al-Hatak
>>dari Syaikh Abdul Aziz
>>dari Sulthonul Auliya’ Sayyidisy Syaikh Abdul Qodir Al-Jilaniy
>>dari Syaikh Abi Sa’id Al-Mubarak bin Mahzumi
>>dari Syaikh Abul Hasan Ali Al-Makari
>>dari Syaikh Abu Farh At-Thurtusiy
>>dari Syaikh Abdul Wahid At-Taimi
>>dari Syaikh Siir As-Saqthi
>>dari SyaikhAbu Bakar As-Syibli
>>dari Sayyidi Thoifah Ash-Shufiyah Abul Qasim Al-Junaid Al-Baghdadi
>>dari Syaikh Ma’ruf Al-Kurkhi
>>dari Syaikh Abu Hasan Ali Ar-Ridlo bin Musa Ar-Rofi
>>dari Syaikh Musa Al-Kadhim
>>dari Syaikh Sayyidina Al-Imam  Ja’far Ash-Shadiq
>>dari sayyidina Muhammad Al-Baqir
>>dari sayyidina Al-Imam Ali Zainal Abidin
>>dari sayyidina Asy-Syahid Husein bin Sayyidatina Fatimah Az-Zahro’ RA
>>dari Sayyidina Ali  bin Abi Thalib RA
>>dari  Sayyidil Mursalin wa Habibi Rabbil-‘Alamin wa Rasulillah ila Kaffatil- Khola-iq Ajma’in Muhammad SAW
>>dari sayyidina  Jibril AS
>>dari  Rabbul-Arbab wa Mu’tiqur Riqab Allah SWT
Read more

DO'A BERBUKA PUASA (LENGKAP)

Lafadz doa Lengkap saat Berbuka Puasa : ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ
Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah
Artinya:
Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, Insya Allah
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizkika afthortu birahmatika yaa arhamarrahimiin
Artinya:
Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku berbuka Dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي
Allahumma Inni As-Aluka bi Rahmatika Al-Latii Wasi’at Kulla Syai-in An Taghfira Lii
Artinya:
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku.
Baarakallah fi Syahri Ramadhan
Read more

Metode Hisab Kitab Nurul Anwar


I . PENDAHULUAN

Di Indonesia mayoritas orang-orang muslimnya memakai madhab Syafi’i. Seperti yang telah kita ketahui bersama; di dalam madzhab Syafi’i kita ketemukan adanya pendapat ulama’ yang mengatakan bolehnya pemakaian ilmu hisab dalam menentukan masuknya awal bulan hijriyah, oleh karena itulah tidak heran kalau ilmu hisab di Negara kita ini berkembang sedemikian pesatnya, hal ini bisa kita lihat dari adanya berbagai macam sistem hisab awal bulan yang berkembang di Indonesia, diantaranya:
  1. Astronomical Algorithms, oleh Jean Meeus, Belgia, Eropa.
  2. Badiatul Mitsal , oleh Ma’shum bin Ali, Jepara
  3. Ephemeris Hisab Rukyah, oleh Depag RI
  4. Fathur Roufil Mannan, oleh Abu Hamdan Abdul Jalil, Kudus
  5. Hisab Awal Bulan, oleh Sa’adoeddin Djambek, Jakarta
  6. Hisab Urfi dan Hakiki, oleh KRT Wardan, Yogyakarta
  7. Ittifaqu Dzatil Bain, oleh KH M Zuber, Gresik
  8. Al-Khulashotul Wafiyah, oleh Zubair Umar Al-Jaelani, Salatiga
  9. Al-Manahijul Hamidiyah, oleh Abdul Hamid Mursiy
  10. Matlaus Sa’id, oleh Husein Za’id, Mesir
  11. New Comb, oleh LAMY, Yogyakarta
  12. Nurul Anwar, oleh Nur Ahmad Shidiq Saryani, Jepara
  13. Qowa’idul Falakiyah, oleh Abdul Fatah At-Thuhi, Mesir
  14. Sullamun Nayyiroin, oleh Mohammad Mansur bin Abdul Hamid, Jakarta
  15. Risalatul Qomaroin, oleh KH Nawawi, Kediri.
  16. Dan lain-lain.

Dari sekian buku hisab awal bulan diatas, buku Nurul Anwar karangan KH. Nur Ahmad S. merupakan buku hisab awal bulan yang modern dan memiliki keistimewaan antara lain :
  1. Sistem penggarapannya tidak lagi menggunakan buruj, melainkan dengan derajat.
  2. Alat pembantunya menggunakan kalkulator/computer.
  3. Proses pemahamannya sangat mudah dan simple
  4. Dapat menentukan posisi kedudukan Matahari, Bulan, Gerhana Bulan dan Matahari, kapanpun dan dimanapun bersifat internasional.
  5. Data-datanya sangat tepat dan akurat.

Di dalam makalah ini akan dibahas cara penentuan awal bulan hijriyah dengan menggunakan metode kitab Nurul Anwar, hanya saja penggunaan Rubu’ dalam Kitab Klasik diganti dengan kalkulator dengan pertimbangan kepraktisan dan keakuratan yang lebih tinggi. Tetapi sebelum kita melangkah lebih jauh ada baiknya jikalau kita mengetahui istilah-istilah yang berada dalam dunia ilmu Falak hususnya istilah yang ada dalam kitab Nurul Anwar sehingga diharapkan kita akan lebih cepat mengerti dan bisa dalam menentukan awal bulan hijriyah dengan metode kitab tersebut.

Berikut beberapa istilah dalam dunia ilmu Falak dan kitab Nurul Anwar beserta penggambarannya:

1. قطب الأرض

Coba hadirkan dalam hayalan kita sebuah bola langit dan ditengah-tengahnya bola dunia; yang bentuknya lebih kecil. Hayalkan bola bumi itu berputar dari barat ke timur, menurut suatu pola seolah-olah ia berputar pada sebuah poros. Kita akan melihat semua titik di permukaan bola bumi itu bergerah dari barat ke timur pula, kecuali dua buah titik yang tidak bergerak, satu di utara dan yang satunya di selatan. Kedua titik ini dinamakan قطب الأرض, yang dalam bahasa Indonesianya dinamakan Kutub Bumi (kutub bumi utara dan kutub bumi selatan). Sekarang tariklah sebuah garis tegak lurus pada kedua قطب الأرض tersebut hingga mencapai bola langit, maka ujung garis itu akan menyentuh suatu titik pada bola langit yang dinamakan Kutub Langit. Kutub langit utara berada tepat di atas kutub bumi utara sedangkan kutub langit selatan berada tepat diatas kutub bumi selatan

2. الإستوء خط

Buatlah suatu lingkaran secara melintang pada bola dunia yang membelah bola dunia menjadi dua bagian yang sama (masing-masing 90°), yakni belahan utara dan selatan. Lingkaran tersebut dinamakan الإستوء خط yang dalam bahasa Indonesianya dinamakan Khatulistiwa Bumi.

Jika lingkaran khatulistiwa diperbesar hingga mencapai bola langit, maka pada bola langit tercipta sebuah lingkaran yang dinamakan النهار معدل, dalam bahasa Indonesianya dinamakan Khatulistiwa langit atau Equator.

3. الأرض طول , السماء طول dan البلد طول

Sekarang mari kita berdiri diatas permukaan bumi. Kemudian tariklah dari tempat kita berdiri sebuah garis lurus ke utara sampai ke kutub utara, dan ke selatan sampai ke kutub selatan. Garis itu dinamakan الأرض طول yang dalam bahasa Indonesianya dinamakan Garis Bujur Bumi atau yang dikenal dengan sebutan garis bujur saja.

Sedangkan jika garis bujur bumi diperluas hingga mencapai bola langit, maka pada bola langit tercipta sebuah garis, garis inilah yang dinamakan السماء طول , dalam bahasa Indonesianya : Garis Bujur Langit.

Kesepakatan internasional menetapkan permulaan perhitungan garis bujur bumi (bujur 0°), di mulai pada garis bujur yang melintasi kota Greenwich di Inggris. Jarak antara garis bujur yang melintasi suatu tempat dengan garis bujur yang melintasi kota Greennwich itulah yang dinamakan البلد طول, dalam bahasa Indonesianya Bujur Tempat. Dari bujur Greenwich ke arah timur sampai 180° dinamakan bujur timur yang ditandai nilai negatip, dan ke arah barat sampai 180° dinamakan bujur barat, nilainya positip. Tanda nilai bujur ini berhubungan dengan waktu, artinya untuk mendapatkan standar waktu internasional GMT (UT), wilayah timur (bujur timur) harus dikurangi angka tertentu. Sebaliknya, bujur barat harus ditambah angka tertentu.

Garis bujur timur 180° dan garis bujur barat 180° bertemu dan berhimpit dilautan Pasifik dan dijadikan garis batas tanggal dalam penanggalan Masehi.

4. البلد عرض

Jarak dari tempat kita berdiri tadi sepanjang garis bujur sampai ke khatulistiwa bumi dinamakan البلد عرض, dalam bahasa Indonesianya dinamakan Lintang Tempat. Jika tempat kita berdiri di utara khatulistiwa, maka البلد عرض kita bernilai positip dan jika tempat kita berdiri di selatan khatulistiwa, maka البلد عرض kita bernilai negatip.

5. دائرة نصف النهار

Tetapi jika kita membuat lingkaran vertikal menurut arah utara dan selatan sehingga melewati titik kutub langit utara dan titik kutub langit selatan yang membagi bola langit menjadi dua bagian yaitu bagian barat dan timur, maka lingkaran yang kita buat itu dinamakan دائرة نصف النهار yang dalam bahasa Indonesia dinamakan Lingkaran Meridian yakni lingkaran yang menjadi batas tengah hari.

6. أفق dan الأفق إختلاف

Coba berputarlah ke semua arah di tempat kita berdiri, kita akan melihat lingkaran yang menjadi batas antara belahan langit yang tampak dengan yang tidak tampak. Lingkaran itulah yang dinamakan Ufuk (أفق ), tepatnya Ufuk Mar’i (ufuk yang terlihat). Di dalam ilmu falak kalau disebut ufuk saja, maka yang dimaksud adalah Ufuk Sejati, yaitu lingkaran horizontal yang titik pusatnya pada titik pusat bumi dan jaraknya 90° dari titik zenit.

Kalau kita buat lingkaran dipermukaan bumi yang sejajar dengan ufuk sejati, itulah yang dinamakan Ufuk Hissi, yaitu bidang datar yang menyinggung bumi yang dipisahkan oleh jarak sebesar semi diameter bumi dengan ufuk sejati. Akan tetapi karena begitu besarnya jarak-jarak pada bola langit, maka jarak sebesar semi diameter bumi itu diabaikan, sehingga ufuk hissi dianggap berhimpit dengan ufuk sejati.

Kedudukan ufuk mar’i yang kita lihat tadi, selalu lebih rendah dari ufuk hissi. Semakin tinggi tempat kita dari permukaan air laut, kedudukan ufuk mar’i akan semakin rendah. Selisih kedudukan ufuk mar’i dengan ufuk hissi dinamakan الأفق إختلاف, dalam bahasa Indonesianya dinamakan Kerendahan Ufuk. Singkatannya Dip

7. الإرتفاع

Cobalah kita mengukur ketinggian titik pusat suatu benda langit sepanjang lingkaran vertikal yang melalui titik pusat benda langit tersebut dari garis ufuk, maka hasilnya dinamakan الإرتفاع, dalam bahasa Indonesianya dinamakan Ketinggian. Ketinggian benda langit biasa diberi tanda positif apabila berada diatas ufuk, dan di beri tanda negatif apabila berada dibawahnya.

8. الإرتفاع غاية

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Cobalah kita perhatikan perjalanan harian matahari. Pada pagi hari ketinggian matahari rendah, seiring berjalannya waktu ketinggian matahari bertambah tinggi, ketika siang hari ketinggian matahari sangatlah tinggi, setelah itu berangsur-angsur ketinggian matahari itu rendah kembali hingga akhirnya ketika petang hari ia tenggelam. Ketika matahari mencapai titik tertinggi dalam perjalanan hariannya itulah yang dinamakan الإرتفاع غاية yang dalam bahasa Indonesianya dinamakan Titik Kulminasi. Keadaan ini tercapai ketika titik pusat matahari berada di garis lingkaran meridian. Saat itulah yang disebut dengan saat tengah hari.

9. دائرة الميول

Berikutnya, buatlah lingkaran yang melewati kutub langit selatan dan kutub langit utara, lingkaran yang kita buat itu dinamakan دائرة الميول, dalam bahasa Indonesia dinamakan Lingkaran Deklinasi

10. فضل الدائر

Sudut yang dibentuk oleh lingkaran meridian dengan lingkaran deklinasi yang melewati suatu benda langit (misalnya matahari) dinamakan فضل الدائر, dalam bahasa Indonesianya dinamakan sudut waktu. فضل الدائر bernilai positif, jika benda langit yang bersangkutan berada dibelahan langit sebelah barat dan bernilai negatif jika benda langit yang bersangkutan berada dibelahan langit sebelah timur

11. منطقة البروج , فلك القمر , حضيض dan أوج

Bumi yang kita tempati ini sebenarnya melakukan dua perputaran, perputaran pertama dilakukan bumi pada porosnya yang berlangsung sekali dalam sehari semalam yang dinamakan Rotasi Bumi,sedangkan perputaran lainnya yaitu perputaran bumi mengelilingi matahari yang berlangsung satu kali dalam setahun yang dinamakan Revolusi Bumi. Arah revolusi bumi ini dari barat ke timur pada sebuah bidang edar (lingkaran edar), itulah yang dinamakan منطقة البروج , dalam bahasa Indonesianya dinamakan Ekliptika

Sedangkan bulan yang kita lihat pada malam hari, ia juga melakukan perputaran yaitu perputaran pada porosnya sendiri yang dinamakan Rotasi Bulan, kemudian perputaran bulan mengelilingi bumi yang dinamakan Revolusi Bulan terhadap Bumi dan perputaran bulan bersama-sama bumi mengelilingi matahari yang dinamakan Revolusi Bulan terhadap Matahari. Lingkaran edar yang dilintasi bulan dalam berputar dinamakan فلك القمر, dalam bahasa Indonesianya dinamakan Orbit Bulan. Hanya saja lingkaran edar bulan (lintasannya) tidaklah sama dengan ekliptika, tetapi berpotongan dan membentuk sudut sebesar 5° 8’. Oleh karena itu kalau kita lihat, posisi bulan terkadang di utara matahari dan terkadang di selatannya.

Dan perlu kita ketahui bahwa lintasan bumi ketika mengelilingi matahari ataupun lintasan bulan ketika mengelilingi bumi berbentuk elips (agak loncong seperti telur), seperti apa yang dikemukakan oleh Kepler dalam hukum Kepler I yang berbunyi: “ Setiap planet bergerak pada sebuah lintasan elips dengan matahari sebagai salah satu titik apinya”. Oleh karenanya jarak bumi dan matahari atau bulan dan bumi tidak tetap setiap saat, kadang-kadang dekat dan kadang-kadang jauh. Jarak terdekatnya dinamakan حضيض yang dalam bahasa Inggrisnya dinamakan Perigee dan jarak terjauhnya dinamakan أوج yang dalam bahasa Inggrisnya dinamakan Apogee.

12. تعديل الوقت atau تعديل الزما ن atau دقائق التفاوت .

Dampak langsung dari jarak bumi dan matahari yang tidak tetap yang terkadang jarak bumi dekat dengan matahari dan terkadang jauh adalah pada kecepatan gerak bumi sesuai dengan hukum Kepler II yang berbunyi: “garis penghubung matahari dan planet; melintasi luas yang sama dalam selang waktu yang sama”, dimana ketika jaraknya dekat dengan matahari, pergerakan bumi pada lingkaran ekliptika berlangsung lebih cepat daripada ketika jaraknya jauh. Sehingga, saat kulminasi matahari setiap hari senantiasa berubah, kadang persis jam 12:00, kadang kurang dan kadang lebih dari jam 12:00. Selisih antara kulminasi matahari hakiki dengan waktu kulminasi matahari rata-rata (jam 12:00) dinamakan. تعديل الوقت atau تعديل الزمان atau دقائق التفاوت yang dalam bahasa Indonesia dinamakan Perata Waktu.

13. برج

Ekliptika terbagi atas 12 bagian yang masing-masing besarnya 30 drajat. Bagian-bagian itulah yang disebut برج yang dalam bahasa Indonesianya dinamakan rasi bintang atau Zodiac dan dalam bahasa Inggrisnya Constellation. Keduabelas rasi bintang itu adalah :
  1. Aries (Hamel)
  2. Taurus (Tsaur)
  3. Gemini (Jauza’)
  4. Cancer (Sarothon)
  5. Leo (Asad)
  6. Virgo (Sunbulah)
  7. Libra (Mizan)
  8. Scorpio (Aqrob)
  9. Sagitrius (Qous)
  10. Copricornus (Jadyu)
  11. Aquarius (Dalwu)
  12. Pisces (Hut)

14. حمل

حمل merupakan salah satu dari 12 rasi bintang (Buruj), ia punya keistimewaan tersendiri, karena pada titik حملtersebut lintasan matahari dan Ekuator langit berpotongan. Tepatnya ketika matahari dari arah selatan ekuator menuju utaranya, titik perpotongan ini dinamakan Titik Vernal Equinok. Perlu kita ketahui bahwa memang dulu titik vernal equinok ini di arah rasi Aries, namun akibat presesi sumbu bumi sekarang berada di arah rasi Pisces dan 700 tahun lagi titik vernal equinok ini akan mencapai rasi Aquarius. Presesi sumbu bumi, gerakan sumbu rotasi bumi mengedari kutub ekliptika, siklusnya sekitar 26.000, atau lebih tepatnya 25.800. Gerak presesi sumbu bumi ini mirip dengan gerak sumbu gangsing, ekuator bumi bergerak secara perlahan terhadap ekliptika. Sehingga terjadilah pergeseran titik potong ekuator langit dengan ekliptika sebesar 50,2 detik busur per tahun ke arah barat bila dilihat dari arah kutub utara langit.

15. العقدة

Cobalah kita gambar lintasan matahari atau ekliptika dan lintasan bulan secara berpotongan. Titik perpotongan antara lintasan bulan dan ekliptika dinamakan عقدة yang dalam bahasa Indonesianya dinamakan Titik Simpul. عقدة ini setiap tahun bergeser kearah barat, sekali putaran penuh memakan waktu 18,67 tahun. Seperti yang telah kita ketahui bersama jumlah titik simpul ini ada dua, yaitu titik simpul naik (العقدة الصاعدة) dan simpul turun (العقدة النازلة).

16. حصة العرض

Jika kita menghitung titik pusat bulan sepanjang busur ekliptika ke arah timur; dimulai dari titik simpul naik, maka hasilnya dinamakan حصة العرض

17. طول الشمس dan طول القمر

Perhatikanlah benda-benda langit seperti matahari, bulan dan bintang. kita akan mendapati bahwa letak benda-benda langit itu tersebar pada bola langit. Jarak titik pusat benda langit tersebut dari titik Vernal Equinok sepanjang lingkaran Ekliptika dinamakan طول Kalau benda langit tersebut matahari dinamakan طول الشمس yang dalam bahasa Indonesia dinamakan Bujur Astronomis Matahari, dimana kalau belum dilakukan penta’dilan (koreksi) dinamakan وسط الشمس .Sedangkan kalau benda langit tersebut bulan dinamakan طول القمرyang dalam bahasa Indonesia dinamakan Bujur Astronomis Bulan, dimana kalau belum dilakukan penta’dilan dinamakan وسط القمر.

18. خاصة الشمس dan خاصة القمر

Tetapi kalau kita mengukur jarak titik pusat matahari dari titik Cancer (Saroton) sepanjang lingkaran ekliptika dinamakan خاصة الشمس. Sedangkan kalau yang kita ukur titik pusat bulan dari titik Apogee dinamakan خاصة القمر

19. بعد درجة

Dan kalau kita menghitung jarak benda langit sepanjang Ekliptika dihitung dari titik yang terdekat diantara titik Aries (Hamel) atau titik Libra (Mizan) sampai titik pusat benda langit tersebut, maka hasilnya dinamakan بعد درجة, dimana kalau benda langit yang kita hitung itu matahari; hasilnya dinamakan بعد درجة الشمسsedangkan kalau bulan بعد درجة القمر

20. مطلع الفلكية

Sekarang, bayangkan kita mengukur jarak titik pusat benda langit diukur sepanjang equator; sampai lingkaran deklinasi yang melalui titik Copricornus (Jadyu), maka hasilnya dinamakan مطلع الفلكية , dimana kalau yang kita ukur itu matahari dinamakan مطلع الفلكية للشمس sedangkan kalau bulan dinamakan مطلع الفلكية للقمر

21. مطلع الغرب

Sedangkan kalau kita mengukurnya mulai dari titik Libra (Mizan) sampai dengan ufuk barat pada saat terbenamnya benda langit tersebut dinamakan مطلع الغرب, dimana kalau benda langit yang kita hitung itu matahari; hasilnya dinamakan مطلع الغرب للشمس atau مطلع النظير للشمس dan kalau benda langit yang dihitung itu bulan; hasilnya dinamakan مطلع الغرب للقمر atau مطلع النظير للقمر

22. قوس المكث

Kalau مطلع الغرب للقمر kita kurangi مطلع الغرب للشمس maka hasilnya adalah قوس المكث yang merupakan jarak titk pusat matahari dan bulan dilihat dari Equator.

23. مكث الهلال

Lama hilal diatas ufuk (paska terbenamnya matahari) yang bisa kita lihat sebelum ia terbenam

24. نصف قوس النهار dan نصف الفضلة

Umpama kita menghitung jarak benda langit mulai saat ia berkulminasi sampai terbenamnya; diukur melalui lingkaran lintasan hariannya ( المدار ) maka hasilnya itu dinamakan نصف قوس النهارyang dalam bahasa Indonesianya dikenal dengan setengah busur siang. Jika yang kita hitung itu matahari dinamakan نصف قوس النهارللشمس sedangkan jika yang kita hitung itu bulan; dinamakan نصف قوس النهار للقمر . Terus, jika 90 dikurangi نصف قوس النهار akan didapatkan نصف الفضلة yaitu jarak diantara diameter المدار dan lingkaran ufuk; yang diukur melalui المدار.

25. العرض

Berikutnya, jarak titik pusat benda langit dari lingkaran ekliptika, dinamakan العرض, kalau benda langit tersebut matahari dinamakan عرض الشمس yang dalam bahasa Indonesia dinamakan Lintang Astronomis Matahari, sedangkan kalau benda langit tersebut bulan dinamakan عرض القمر, dalam bahasa Indonesia dinamakan Lintang Astronomis Bulan.

Sebenarnya lingkaran ekliptika itu adalah lingkaran yang dilalui oleh matahari dalam gerak semu tahunannya. Oleh karena itu matahari selalu berada pada lingkaran ekliptika. Namun karena jalannya tidak rata persis maka ada sedikit geseran. Keadaan seperti ini dapat kita lihat dari nilai عرض الشمس yang selalu mendekati nol.

Berbeda dengan nilai lintang astronomis bulan maksimal (عرض القمر الكلى ) yang nilainya sekitar 5° 8’. Nilai positif berarti bulan berada di utara ekliptika dan nilai negatif berarti bulan berada di sebelah selatan ekliptika.

26. الميل

Jarak titik pusat benda langit sepanjang lingkaran deklinasi sampai ke equator dinamakan الميل, kalau benda langit tersebut matahari dinamakan ميل الشمس atau ميل الأول للشمس yang dalam bahasa Indonesia dinamakan Deklinasi Matahari, sedangkan kalau benda langit tersebut bulan dinamakan ميل القمر atau ميل الأول للقمرatau بعد القمر yang dalam bahasa Indonesia dinamakan Deklinasi Bulan, tetapi jika kita mengukur jarak titik pusat bulan sepanjang bujur astronomi dihitung dari equator sampai bulan dinamakan ميل الثانى للقمر . Dan jika ميل الثانى للقمر kita tambahkan عرض القمر maka penambahan yang dilakukan tersebut dinamakan حصة البعد yaitu jarak titik pusat bulan dari equator.

Nilai الميل positif menandakan benda langit tersebut berada di sebelah utara equator, sebaliknya apabila nilai الميل negatif, menandakan benda langit berada di sebelah selatan equator. Sedangkan nilai الميل matahari maksimum dinamakan ميل الكلى

27. نصف القطر.

Seumpama kita mengukur jarak titik pusat benda langit hingga piringan luarnya, hasil ukuran kita itu dinamakan نصف القطر , kalau benda langit tersebut matahari dinamakan نصف قطرالشمس yang dalam bahasa Indonesianya dinamakan Semi Diameter Matahari., sedangkan kalau benda langit tersebut bulan dinamakan نصف قطر القمر yang dalam bahasa Indonesianya dinamakan Semi Diameter Bulan

28. سعة المغرب

Coba kita hitung jarak terbenamnya titik pusat benda langit pada ufuk dari titik barat, maka hasilnya dinamakan سعة المغرب , dengan catatan jika benda langit itu matahari dinamakan سعة المغرب للشمس , sedangkan jika bulan dinamakan سعة المغرب للقمر

29. سمت ارتفاع القمر

Umpama kita menghitung jarak sepanjang lingkaran kaki langit (garis ufuk) yang dihitung dari titik barat sampai lingkaran vertikal yang melalui bulan, maka hasilnya dinamakan سمت ارتفاع القمر

30. نورالهلال

Berikutnya, coba kita perhatikan besarnya piringan bulan yang bersinar (menerima sinar matahari dan menghadap ke bumi), kita akan melihat bulan itu terkadang berbentuk sabit, seminggu kemudian kita akan melihat : piringan bulan yang bersinar separohnya dan sekitar seminggu lagi kita akan melihat piringan bulan bersinar seluruhnya (bulan purnama) yang setelah hari itu piringan bulan yang bersinar akan berangsur-angsur mengecil kembali.

Naaah …! نورالهلال itu menggambarkan piringan bulan yang bersinar dengan satuan ukur Usbu’. Dimana kalau nilai نورالهلال = 0 usbu’, menandakan tidak adanya piringan bulan yang bersinar (saat ijtima’ : bumi, bulan dan matahari sedang persis berada dalam satu garis) dan kalau nilainya 12 usbu’ menandakan piringan bulan bersinar seluruhnya (saat istiqbal : bulan, bumi dan matahari sedang persis berada dalam satu garis). Istilah نورالهلال dalam bahasa Indonesia dinamakan besarnya piringan bulan yang menerima sinar matahari dan menghadapa ke bumi والله اعلم

Itulah beberpa istilah dalam Ilmu falak dan kitab Nurul Anwar, untuk lebih jelasnya bisa kita baca pada buku-buku falak yang lainnya.
Read more