GET THE CONTROL OF YOUR HEART

Parable Many train passengers think that the driver controls the speed of the train. They forget that there is a simple worker who holds a small stick and, with that staff, directs the whole train regardless of the will of the driver. The question is, in whose hand is the control rod of your heart?

Bismillah, the road you are going through is very steep and slippery. The length of the trip sometimes makes the feet get out of the way without me realizing it. Therefore, we all must master our control stick and never surrender it except to Allah who is the most directing you to the straight path to Him.

Many of us hand over the reins to their wives. the wife then made him turn from seeking knowledge to seeking treasure. Many also hand over the reins to their children who then turn them into lovers of the world. In whose hand is the reins of your Heart? To whom do you hand over? To your friends? To your teacher or your boss?

Brother, Surrender Your Heart to Allah SWT, Rosullah SAW. Said, ''Know that the sultan (ruler) and the Koran will be separated. Therefore, Follow the Al-Quran Wherever he Go''. To Follow Al-Quran, Shari'a and Religion, We must master the control stick.

The Control Stick Is Very Important. A small error in use can cause a train to go off the right track, or even crash and flip over. Therefore, Take control of every smallest particle in your heart and direct it only to Allah SWT!. Run the train yourself on one rail: The rail of truth to Allah swt. 

 Brother, you traveled towards Allah for many years, Then you changed. What made you change? Who made you change? Why did you change and turn? Why did your feet slip and stray from this path of Allah?

The control stick also functions to control us to the right path. When we stray, confused, complacent, lost or make mistakes and sins, we must return. Allah, the most glorious, accepts the repentance of His servant who begs for forgiveness. His words '' And whoever does evil and wrongs himself, then he asks Allah's forgiveness, surely he will find Allah most forgiving, most merciful'' Therefore return to Allah, focus on Him, and persist in his way !

With that control stick, Change your direction! Set your heart on the straight path! straighten your path, arrange your journey, and turn your heart's face towards Him, surely you will find Allah, the most merciful, the most merciful, master the control stick of your heart, you will surely reach Allah. this piece of article is written at a time of self-reflection which often ignores the Conscience which is when the conscience wishes to remember but other whispers spring up in one's mind to ignore it .. never go against the conscience that wants to guide it before you pass and your regrets come, try to explore them by contemplating asking for directions so that the steps you take are always on the rails and don't burden you with opposition to conscience that makes you dark at heart to ignore the instructions given to you.

Isn't the thing that looks at me growing day by day with hints. But why do I sometimes ignore it. will it all be part of the journey or is it part of the knowledge that can be learned from my journey of learning. now I'm grateful for the pleasures of life that God has given me. Health is actually good, which sometimes I think is normal. even though behind that sometimes pensive seeing hospitals where many sick people they take medicine looking for healing. thank you for this favor. thank you for the journey that brought me to this point, hopefully today tomorrow I can continue to explore the potential within myself which leads me to true gratitude and Allah gives me guidance that makes me more grateful for the meaning of this ongoing journey... AMEN

The next article will hopefully serve as a reminder for me of my awareness today and make me better at responding

HASBUNALLAH WANIKMAL WAKIL NIKMAL MAULA WANIKMAN NASIR.

None of our efforts are created to want something without Allah's permission, Allah is our representative in all matters. and there was no written submission attempt at his will.. 

 

Thank you          
Read more

Posisi Bangsa Arab (Sirah Nabawiyah)

Halaman pertama ...

asalamualaikum semoga memberi wawasan tentang sejarah peradapan islam dan rosullullah Shallalahu Alaihi Wasam.

Pada Hakikatnya Istilah Sirah Nabawiyah merupakan istilah tentang risalah bahwa rosulullah Shallallahu Alaihi wa Salam Kepada masyarakat manusia. untuk mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya, dari penyembahan Terhadap hamba kepada penyembahan terhadap allah. jika tidak mengambarkan secara pas dan mengena kecuali setelah membandingkan hal hal di balik risalah ini dan pengaruhnya. berangkat dari sinilah kami merasa perlu mengemukakan sedikit uraian tentang kaum kaum bangsa arab dan perkembangannya sebelum islam, serta kondisi - kondisi saat beliau diutus sebagai rosul.

Posisi Bangsa Arab

    Menurut Bahasa, Arab Artinya Padang pasir, Tanah Gundul dan gersang yang tiada air dan tanamanya. Sebutan dengan istilah ini sudah diberikan sejak dahulu kala kepada jazirah Arab, Sebagaimana sebutan yang diberikan kepada suatu kaum yang di sesuaikan sesuai daerah tertentu, lalu mereka menjadikan sebagai tempat tinggal.

    Jazirah Arab Dibatasi oleh laut merah Dan gurun sinai di sebelah barat, di sebelah timur di batasi teluk arab dan sebagian besar negara iraq bagian selatan, di sebelah selatan di batasi laut arab yang bersambung dengan laut india, disebelah utara dibatasi negri syam dan bagian kecil dari negara iraq, sekalipun mungkin ada sedikit perbedaan dalam penentuan batasan ini. Luasnya membentang antara satu juta mill kali satu juta tiga ratus ribu mil.

    Jazirah Arab memiliki peranan yang sangat besar karena letak geografisnya. sedangkan di lihat dari kondisi internasionalnya, jazirah arab hanya di kelilingi gurun dan pasir di segala sudutnya. karena kondisi seperti inilah yang membuat Jazirah Arab seperti benteng pertahanan yang kokoh, yang tidak memperkenankan bangsa asing untuk menjajah, mencaplok dan Menguasai Bangsa Arab. Oleh Karena itu Kita Bisa Melihat Penduduk Jazirah Arab yang hidup merdeka dan bebas dalam segala urusan semenjak zaman dahulu. Sekalipun begitu mereka tetap hidup berdampingan dengan dua imperium yang besar saat itu, yang serangannya tak mungkin bisa di hadang andaikan tidak ada benteng pertahanan yang kokoh seperti itu.

    Sedangkan hubungan dengan dunia luar, Jazirah Arab terletak di benua yang sudah di kenal semenjak dahulu kala, yang mempertautkan daratan dan lautan.  sebelah laut merupakan kunci untuk masuk kebenua afrika, sebelah timur laut merupakan kunci untuk masuk kebenua Eropa dan sebelah timur merupakan pintu masuk bagi bangsa-bangsa non arab, timur tengah dan timur dekat, terus membentang ke india dan cina. setiap benua merupakan lautan yang berlayar tentu akan bersandar di ujungnya.

    Karena letak geografisnya seperti itu pula, sebelah utara dan sebelah selatan dari Jazirah Arab Untuk saling tukar-menukarperniagaan, peradapan, agama dan seni. 


Baca selengkapnya di bagian Dua Kaum Kaum Bangsa Arab...
Read more

Brekinews Ratuelizabeth indonesia Kanada

GUNAKAN HATI UNTUK BERSIKAP DAN MENYIKAPI KEHIDUPAN

Asalamualaikum bismillahirohmanirrohim,,
Semoga kita sebagai mahluk allah senantiasa selalu di berikan kelapangan hati dan kebersihan hati.

Kali ini artikel yang di buat saya khususkan untuk diri saya pribadi sebagai gambaran tentang sebuah pemaknaan pentingnya diri kita untuk selalu mengingat allah serta menjernihkan fikiran kita terhadap hal hal yang menyimpang dengan berprasanka buruk dan negatif. Karna itu semua adalah sebuah pola dasar kita membentuk tentang kita Dalam bersikap dan menyikapi sebuah keadaan serta kondisi.


Di jalan yang serba digital ini, sebagai mahluk allah sering kali mata kita tertipu dengan zahirnya. Sedangkan yang kita ketahui bahwa orang yang dekat dengan allah, selain dari para rosul dan nabi-nabinya itu adalah para aulia para kekasih allah, semata mata mereka mencari ridho allah serta meminta petunjuk dari allah saw agar bisa bertemu dengan jalanya.

Dan tidak kalah penting di sini saya akan sedikit mengulas sebuah sejarah di mana di kitip dari cerita imam al-gozali ahli dalam ilmu-ilmu dan hukum-hukum beliau pernah di suatu ketika pada saat sholat berjamaah dan sebagai imam sholat bersama adiknya, beliau terfokus dalam sholat , dalam sebuah bacaan doa yg menerangkan bab haid atau darah , oleh karnanya waktu sholatnya beliau tidak bisa khusuk dengan ibadahnya beliau terniang dari isi surat yang di baca tersebut menjadikan pola pemikiran yang kurang begitu enak karna dalam sholatnya beliau membayangkan melihat darah haid . Dan usai salam beliau pun di ceritakan dalam kisahnya adiknya menyaut kenapa imam al-gozali kenapa pada saat sholat engkau berfokus kepada darah bukankah engkau seharusnya berfokus kepada allah saat engkau beribadah. Dan imam al -gozali tersentak kaget keheranan mengapa adik beliau begitu peka terhadap apa yang terlintas dalam benak sholatnya itu. Setelah kejadian itu beliau beristifar kepada allah. setelah kejadian itu dari adiknya ia pun mendapatkan belajaran berharga sepengal kisah di atas yang mungkin bisa saya kita  petik adalah bukan hanya kita yang belajar agama tentang ilmu-ilmu dan hukum-hukum nya saja,

 tapi saya pribadi yang seharusnya belajar agama dan mensifati maknanya, Untuk bisa di ambil hikmah untuk pegangan diri menyikapi dan bersikap secara positif tak harus mengambil ilmu yang di ketahui sebagai pengetahuan semata, tapi penerapan hikmah yang di ambil secara monotone sesuai contek nya itu kurang begitu efektif. Karna kita tidak tau apapun tentang kebenaran penilaian pribadi kita mungkin belum tentu benar karna itu adalah presepsi yang di olah melalui akal. Tapi yang perlu kita ambil dari sudut pandang kita tentang ilmu adalah sisi positif yang bisa kita ambil dan kita bisa memaknai sesuai dengan pengetahuan itu, penerapan untuk pribadi kita bisa di kumpulkan . Secara dzohir perubahan itu sangat lah mustahil tapi hidayah itu mesti di jemput dengan berbagai cara dan metode bisa di paksa kepada diri kita agar kedepan menjadi sebuah hal biasa dan membiasakan butuh proses jadi janganlah putus asa karna allah memberikan petunjuk dan kita cuma menjalaninya, terpenting niat kita awal itu kepada allah adalah kebaikan serta nilai manfaat yang bisa di lakukan selagi masih di dunia fana ini, bila mana allah membuka jalanya kita akan semakin di tunjukan pintu-pintu yang membuat kita semakin tergugah dalam menjalani kehidupan ini dengan rasa syukur yang bisa di rasakan oleh batin kita.

mungkin akal bertentangan dengan sebuah arah hati tapi bila mana kenikmatan yang di rasa mulai tumbuh kita akan takut rasa itu hilang, di ambil kembali. Karna tidaklah mudah amanat titipan allah itu di berikan kembali kalo kita tidaklah menjaganya tetap ada. 
Semoga pribadiku kelak bisa bermanfaat karna rasa syukur (kebesaran allah memberikan kewelas asihanya kepadaku), orang yang banyak dosa tidak luput akan kesalahan tapi allah selalu beri petunjuk dengan caranya, dari setiap hari tikdaklah mudah saya menerapkann tp saya akan berusaha sebisa mungkin agar menjadi kebiasaan berlaku tidak untuk penilaian tapi berlaku karna pertanggung jawaban saya berusaha belajar lebih baik agar bisa menjadi kebiasaan yang tidaklah membuat saya menjadi menyiakan waktu yang nantinya akan terlewat. Tidak ada kata terlambat setelah kesadaran itu tumbuh karna semua itu adalah bentuk izinnya allah serta rahmat darinya. Karna hari esok mungkin tidaklah ada yang tau , Ada sisi positif yang bisa di ambil manfaat serta ilmu sebagai pondasi melatih lebih baik , bukan dari kejadiannya saja akan lebih pentingnya buntuk diri kita akan tetapi nilai dan mensifati allah sebagai bentuk pengingat kita akan kita sebagai mahluk yang di ciptakan.

Nikmati hujan dengan kenyamananmu mungkin karna esok semua akan di butuhkan pada waktunya di saat yang tepat . Jadi simpanlah rapat2. 

Lihatlah petir yang datang bersama hujan
Atau lihatlah pelangi yang muncul 
Semuanya ada maksud dan tujuan di setiap kejadian ada pesan darinya yang di dengar oleh hati yang perlu di dengarkan.


 
Hasbunallah wanikalwakil nikmalmaula wanikmal nasir la haula wala kuwata ila bilahil adhil hil adhim..

Read more

Mengenal Hakikat Ma'rifat Kepada Allah

Allah selalu menyertai seluruh makhluk-Nya,InnAllaha ma’akum ainama kuntum. Allah selalu bersama kalian semua di manapun kalianberada. Nah, perihal kesertaan-Nya ini sulit dimengerti jika kalian belum faham, belumkenal dengan Sifat Allah. “Mana, katanyaAllah bersama kita, di mana?” Kita ma’rifat kepada Allah itu ada dua macam, ada ma’rifat bidzatillah dan ma’rifat bishifati wa asma’illah.

Bagi umumnya manusia di alam dunia ini, hanya bisa mengenal kepada Allah SWT Sifat-Nya dan Asma-Nya saja. Sifat Qodrat (Kuasa), Irodat (Berkehendak), Sama’ (Mendengar), Bashor (Melihat), itu bisa kita kenal.

Dan memang penglihatan maupun pendengaran-Nya begitu luas meliputi segala makhluk. Meliputi atau mencakup seperti mata kamera. Nah, mata dari kamera tersebut meliputi seluruh yang ada di sini meskipun kalian duduk di sudut ruangan ini bisa diliput dengan kamera tersebut. Itu namanya penglihatan Allah SWT.

Pendengaran Allah SWT juga meliputi seluruh makhluk di manapun berada. Peliputan Allah, penglihatan Allah, pendengaran Allah tersebut aqrobu min hablil warid (lebih dekat dari pada urat leher kita). Urat leher itu apa? Ini bisa dijadikan gambaran karena urat leher adalah pusat kehidupan manusia. Jika urat ini terpotong matilah kita dan urat leher (urat nadi) ini sebagai alat peredaran darah dari kepala sampai jantung sehingga bila ada otak belakangnya yang pecah dinamakan orang itu stroke.

Orang yang dimikian ini sudah tidak bisa mengucapkan apa-apa, bahkan kadang-kadang mulutnya jadi bencong karena otak belakang untuk peredaran darahnya pecah. Nah, Allah lebih dekat kepada kita dari pada urat leher kita sendiri itu. Qodrat-Irodrat-Nya, Sama’-Bashor-Nya lebih dekat dari pada itu sehingga masuk ke jantung kita. Dengan demikian gerakan jantung, denyutan jantung tersebut bukanlah kita yang menggerakkannya, tetapi Allah, yang berada lebih dekat dari urat leher kita sendiri.

Kita telah sering yakin, kitapun telah banyak tahu bahwa semuanya akan kita jawab dengan kata ‘Allah’, tapi terkadang rasa (perasaan) kita belum bisa menerima [belum pas dengan keyakinannya]. Dalam otak kita tumbuh keyakinan akan adanya Allah setelah mendengar para Kyai yang membacakan kitab tauhid bahwa “Al-makhluqotu mu’alaqotun biqodrati wa iraodatillah” (Semua makhluk berhubungan dengan ketentuan dan kehendak Allah).

Jika Kyai kuno memaknainya dengan ‘gumantung’ (bergantung), yaitu bergantung kepada Qodrat dan Iraodat-Nya Gusti Allah, maka arti bergantung itu adalah berhubungan. Bisa diartikan pula dengan ketergantungan kepada kehendak dan ketentuan Allah. Perasaan ini perlu kita telusuri, apakah perasaan seperti ini ada di otak atau ada di perut.
Read more

Tujuh Tempat Perasaan (Latha'if) Manusia

Menurut ilmu Tasauf manusia ini punya tempat perasaan sebanyak tujuh, yaitu :

1. Lathifatun Nafsy ( Daerah Kepala ). Tempatnya dari kening (antara dua alis) sampai ke otak belakang, di sini ada perasaan. Mata melihat pinggul goyang-goyang, timbul perasaan trenyap-trenyep. Telinga mendengar musik, timbul perasaan trenyap-trenyep.

2. Lathifatul Akhfa
Letaknya di tengah dada (antara kedua puting susu)  ini adalah wilayah  perasaan yang sangat halus, sehingga saking halusnya kita tidak pernah merasakannya. Bisa merasakan  setelah ada musibah, misal kerabat yang kecelakaan, tiba-tiba dada kita langsung degdegan [meski telinga tidak mendengar sebelumnya berita kecelakan tersebut, red]. Tapi karena kita ini buta (tidak mau tahu dengan perasaan kita) menjadilah kita tidak tahu apa-apa, apa yang membuat dada kita degdegan? Kita tidak tahu bahwa degdegan dada kita ini ternyata akibat dari kecelakaan kerabat kita. Inilah yang sangat perlu kita pelajari, kita cari dan perlu kita dalami perasaan kita.

3.Lathifatul Qolab
Adalah ada di seluruh tubuh. Seluruh pori-pori dan seluruh kulit kita ini ada perasaan yang namanya Lathifatul Qolab. Berarti pada tengah-tengah badan lurus ke atas ada tiga perasaan, yaitu Lathifatul Qolab, Lathifatul Akhfa dan Lathifatun Nafsy.

6. Lathifatus Sirry
Letaknya  ada di dada sebelah kiri. Dua jari di atas puting susu kiri ada perasaan yang namanya Lathifatus Sirry dan

7.Lathifatul Qolbi
Letaknya dua jari di bawah puting susu kiri namanya Lathifatul Qolby yang menjadi pusat nafsu lawwamah. (Jadi, keseluruhan lathifah atau perasaan manusia berjumlah tujuh).

Semua perasaan inilah yang dikatakan dengan “Al-qolbu hiya an-nafsu wa an-nafsu hiyal Lathifatur Robbaniyyah” (Hati adalah nafsu dan nafsu adalah perasaan-perasaan yang menguasai manusia itu sendiri).

Bisa longgar ataupun bisa kuat tergantung pada perasaan ini, bisa kantuk atau bisa tidak kantuk tergantung juga pada perasaan ini. Jika perasaannya gigih, sungguh-sungguh, insya Allah tidak akan mengantuk ketika wirid, tapi jika perasaannya lemah, bosan, sungkan, tentunya mengantuk.

Itu semua bisa mengusai dhohir (jasad manusia) sehingga Kanjeng Nabi mengatakan, “Inna fil jasadi mutghoh idza sholuhat sholuhat jasadu kulluh wa idza fasadat fasadat jasadu kulluh Ala wahiya qolbu” (Sesungguhnya dalam jasad manusia terdapat segumpal daging. Jika itu baik, baiklah seluruh tubuh dan jika rusak, rusaklah seluruh tubuh.

Ingatlah bahwa itu adalah hati). Karena itu manusia yang kadang-kadang membabi buta dan lain sebagainya, adalah karena terdorong oleh rusaknya perasaan, yaitu qalbu.

. Lathifatur Ruh
Letaknya ada di dada sebelah kanan. Di sebelah kanan dada manusia ini ada dua perasaan, di bawah dan di atas puting susu.

5. Lathifatul Khofy
Dua jari di atas puting susu yang sebelah kanan namanya Lathifatul Khofy dan dua jari yang bawah namanya Lathifatur Ruh.

Rasulullah juga menganjurkan; “Man arofa nafsahu faqod arofa robbah”. Barangsiapa mengenali (meneliti) perasaannya sendiri maka sungguh ia akan mengenal Tuhannya, mengenal Sama’-Bashor-Nya, Qodrat-Irodat-Nya, fadlilah-Nya, Karomah-Nya dan seterusnya.
Read more