Dalil Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW

























Karena ada pertanyaan tentang dalil perayaan maulid Nabi saw, maka kami sebutkan beberapa dalil yang disebutkan oleh para ulama tentang perayaanmaulid adalah:

1. Merayakan maulid termasuk dalam membesarkan kelahiran para Nabi. Hal yang berkenaan dengan kelahiran Nabi merupakan sesuatu yang memiliki nilai yang lebih, sebagaimana halnya tempat kelahiran para nabi.

Dalam Al quran sendiri juga disebutkan doa sejahtera pada hari kelahiran para Nabi seperti kata Nabi Isa dalam firman Allah surat Maryam ayat 33:
وَالسَّلامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ
“dan kesejahteraan atasku pada hari kelahirannku”.

Maka Rasulullah juga lebih berhak untuk mendapatkan doa sejatera pada hari kelahiran beliau.

Dalam Al Quran, Allah juga tersebut perintah untuk mengingat hari-hari bersejarah, hari dimana Allah menurunkan nikmat yang besar pada hari tersebut, seperti dalam firman Allah surat Ibrahim ayat 5:

وَذَكِّرْهُمْ بِأَيَّامِ اللَّهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآياتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ

“dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah, Sesunguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur.”

Dan juga dalam surat Al Jatsiyah ayat 14:

قُلْ لِلَّذِينَ آمَنُوا يَغْفِرُوا لِلَّذِينَ لا يَرْجُونَ أَيَّامَ اللَّهِ
“Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tiada takut hari-hari Allah”

Dalam ayat tersebut Allah menyuruh untuk mengingat hari-hari Allah, secara dhahir hari yang dimaksud adalah hari kesabaran dan penuh syukur dan yang diharapkan dari hari tersebut adalah barakah yang Allah ciptakan pada hari tersebut, karena hari hanyalah satu makhluk Allah yang tidak mampu memberi manfaat dan mudharat.

Dalam surat Yunus ayat 58:

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا
Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira”

Dalam ayat ini Allah memerintahkan untuk senang dengan nikmat Allah. Maka tiada rahmat dan nikmat yang lebih besar dari pada kelahiran Nabi Muhammad SAW. Beliau sendiri mengatakan:
أنا الرحمة المهداة

Kisah lain yang menunjuki bahwa dituntut untuk memperingati hari bersejarah adalah kisah Nabi SAW berpuasa pada hari Asyura. Ketika Nabi masuk kota Madinah, beliau mendapati yahudi Madinah berpuasa pada hari Asyura. Ketika mereka ditanyakan tentang hal tersebut mereka menjawab “bahwa pada hari tersebut Allah memberi kemenangan kepada Nabi Musa dan Bani Israil atas firaun, maka kami berpuasa untuk mengangagungkannya” Rasulullah berkata “kami lebih berhak dengan Musa dari pada kamu” kemudian beliau memerintahkan untuk berpuasa pada hari Asyura.
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan MuslimAl Hafidh Ibnu Hajar Al Asqalany menjadikan hadis ini sebagai dalil untuk kebolehan merayakan maulid Nabi.

2. Kisah Suwaibah Aslamiyah yang dimerdekakan oleh Abu Lahab karena kegembiraannya terhadapkelahiran Nabi Muhammad SAW. Setahun setelah Abu lahab meninggal, salah satu saudaraya yang juga merupakan paman Rasulullah, Saidina Abbas bin Abdul Muthallib bermimpi bertemu dengannya dan menanyakan bagaimana keadaan Abu Lahab, ia menjawab “bahwa tidak mendapat kebaikan setelahnya tetapi ia mendapat minuman dari bawah ibu jarinya pada setiap hari senin karena ia memerdekakan Suwaibah Aslamiyah ketika mendengar kabar gembira kelahiran Nabi Muhammad”. Hadis ini tersebut dalam Shaheh Bukhary dengan nomor 4711. kisah ini juga disebutkan oleh Ibnu Kastir dalam kitab beliau Al Bidayah An Nihayah jilid 2 hal 273.

Ini adalah balasan yang Allah berikan terhadap orang yang menjadi musuhNya dan mendapat celaan dalam Al Quran. Apalagi terhadap orang-orang mukmin yang senang terhadap kelahiran bagindaRasulullah SAW.

3. Rasulullah sendiri pernah merayakan hari kelahiran beliau sendiri yaitu dengan berpuasa pada hari senin. Ketika ditanyakan oleh para shahabat beliau menjawab:
فيه ولدت وفيه أُنزل عليَّ
“itu adalah hari kelahiranku dan hari diturunkan wahyu atasku”.(H.R. Muslim)

Hadis ini tersebut dalam kitab Shaheh Muslim jilid 2 hal 819. Hadis ini menjadi landasan yang kuat untuk pelaksanaan maulid walaupun dengan cara yang berbeda bukan dengan berpuasa seperti Rasululah melainkan dengan memyediakan makanan dan berzikir dan bershalawat, namun ada titik temunya yaitu mensyukuri kelahiran Rasulullah saw. Imam As Sayuthy menjadikan hadis ini sebagai landasan dibolehkan melaksanakn maulid Nabi.

4. Rasulullah pernah menyembelih hewan untuk aqiqah untuk beliau sendiri setelah menjadi nabi. Sebelumnya, kakek rasulullah, Abdul Muthalib telah melakukan aqiqah untuk Rasulullah. Kisah ini diriwayatkan oleh Imam Baihaqy dari Anas bin Malik. Aqiqah tidak dilakukan untuk kedua kalinya maka perbuatan Rasulullah menyembelih hewan tersebut dimaksudkan sebagai memperlihatkan rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan yaitu penciptaan beliau yang merupakan rahmat bagi seluruh alam dan sebagai penjelasan syariat kepada umat beliau. Hadis ini oleh Imam As Sayuthy dijadikan sebagai landasan lain dalam perayaan maulid Nabi. Maka juga disyariatkan bagi kita untuk memperlihatkan kesenangan dengan kelahiran Rasulullah yang boleh saja kita lakukan dengan membuat jamuan makanan dan berkumpul berzikir dan bershalawat.

5. Rasulullah memuliakan hari jumat karena hari tersebut adalah hari kelahiran Nabi Adam AS. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh An Nasai dan Abu Daud
إن من أفضل أيامكم يوم الجمعة فيه خلق آدم وفيه قبض وفيه النفخة وفيه الصعقة فأكثروا علي من الصلاة فيه فإن صلاتكم معروضة علي
“bahwasanya sebagian hari yang terbaik bagi kamu adalah hari jum`at,pada hari tersebut di ciptakan Nabi Adam, wafatnya dan pada hari tersebut ditiupnya sangkakala, maka perbanyaklah bershalawat kepadaku pada hari juma`at, karena shalawat kamu didatangkan kepada ku ” (H.R. Abu Daud)

Rasulullah telah memuliakan hari jum`at karena pada hari tersebut Allah menciptakan bapak dari seluruh manusia, Nabi Adam. Maka hal ini juga dapat diqiyaskan kepada merayakan kelahiran Nabi Muhammad.

6. Allah ta`ala menyebutkan kisah-kisah para anbiya didalam Al-quran seperti kisah kelahiran Nabi Yahyasiti Maryam dan Nabi Musa AS. Allah menyebutkan kisah-kisah kelahiran para Nabi tersebut untuk menjadi peneguh hati Rasulullah saw sebagaimana firman Allah surat Hud ayat 120:
وَكُلّاً نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ
“Dan semua kisah dari rasul-rasul kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya kami teguhkan hatimu”

Nah, apabila membacakan kisah para Nabi terdahulu dapat meneguhkan hati Rasulullah maka membacakan kisah kehidupan Rasulullah sebagaimana dilakukan ketika memperingati maulid juga mampu meneguhkan hati kita, bahkan kita lebih membutuhkan peneguh hati ketimbang Rasulullah.

7. Maulid merupakan satu wasilah/perantara untuk berbuat kebaikan dan taat. Dalam perayaan maulid Nabi, dilakukan berbagai macam amalan kebaikan berupa bersadaqah, berzikir, bershalawat dan membaca kisah perjuangan Rasulullah dan para Shahabat. Semua ini merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Semua hal yang perantara bagi perbuatan taat maka hal tersebut juga termasuk taat.

8. Firman Allah dalam surat Yunus ayat 58:
قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ
Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan".

Dalam ayat tersebut Allah memerintahkan untuk senang terhadap semua karunia dan rahmat Allah, termasuk salah satu rahmaNya yang sangat besar adalah Nabi Muhammad SAW, sebagaimana dalam firman Allah surat Al Anbiya ayat 107:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

Bahkan sebagian ahli tafsir mengatakan kalimat rahmat pada surat Yunus ayat 58 dimaksudkan kepada Nabi Muhammad dengan menjadikan surat Al Anbiya ayat 107 sebagai penafsirnya, sebagaimana terdapat dalam tafsir Durar Al Manstur karangan Imam As Sayuthy, tafsir Al Alusty fi Ruh Al Ma`any dan tafsir Ibnul Jauzy.

Jadi dalam ayat tersebut terdapat perintah untuk terhadap datangnya Rasulullah SAW, kesenangan tersebut dapat diungkapkan dengan berbagai macam cara baik menyediakan makanan kepada orang lain, bersadaqah, berkumpul sambil berzikir dan bershalawat dll.

9. Perayaan maulid bukanlah satu ibadah tauqifiyah sehingga tatacara pelaksaannya hanya dibolehkan sebagaimana yang dilaksanakan oleh Nabi, tapi maulid merupakan satu qurbah (pendekatan kepada Allah) yang boleh. Dikarenakan dalam pelaksanaan maulid mengandung hal-hal yang dapat mendekatkan diri kepada Allah maka maulid itu termasuk dalam satu qurbah.

Referensi:
  1. Imam Jalaluddin As Sayuthy, Hawi Lil Fatawy
  2. Prof.Sayyid Muhammad Alawy Al Hasany, Haul Ihtifal bi Maulid An Nabi Syarif
  3. Habib Ali bin Muhammad Al Hadramy, Tahqiqul Bid`ah
  4. DR. Adullah Kamil, Kalimat Hadiah fi Ihtifal bi Maulidin Nabawy

Selanjutnya ada satu pertanyaan:
Apakah para imam mazhab, seperti imam Hanafi, Maliki, syafi'i dan Hambali pernah merayakan hari kelahiran nabi?
Jawab.......
1. tidaklah terpaham bahwa setiap perbuatan yg ditinggalkan oleh para Imam Mujtahid yg 4 maka perbuatan tersebut adalah haram, bahkan perbuatan yang ditinggalkan Nabi sendiri belum tentu haram. sesuai dengan sebuah qaedah:
ترك الشيء لا يدل على منعه
"meninggalkan sesuatu tidaklah menunjuki kepada bahwa perbuatan tersebut terlarang"

Selain itu ketika Nabi dan dua generasi sesudah beliau (Shahabat dan Tabiin/tabi` tabiin) tidak melakukan sesuatu maka disini masih mengandung beberapa kemungkinan/ihtimal, kenapa ditinggalkan apakah karena haram, atau karena mengagggapnya sebagai sesuatu yg boleh saja, atau karena lebih menutamakan hal lain yg lebih penting atau pun hanya kebetulan saja.

Maka at tark /meninggakan satu perbuatan tak dapat dijadikan sebagai satu pijakan hukum, sebagaimana satu qaedah:
ما دخله الاحتمال سقط به الاستدلال
"sesuatau yang masih ada kemungkinan maka tidak adapt dijadikan dalil".

Selain itu pelarangan sesuatu hanya dapat diketahui dengan adanya nash yang melarang perbuatan tersebut, bahkan dari perintah sebaliknya tidak juga dapat terpaham langsung kepada haram tapi hanya sampai pada taraf khilaf aula.

kemudian Allah berfirman dlm surat Al Hasyr ayat 7 :
وَمَا آَتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا
"apa yg didatangkan oleh Rasul maka ambillah dan apa yg dilarangnya maka jauhilah"

tidak ada ayat ataupu hadis yg mengatakan:
وَمَا آَتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا تركهُ فَانْتَهُوا
"apa yg didatangkan oleh Rasul maka ambillah, dan apa yg ditinggalkanya maka jauhilah"

2. Pada maulid yang bid`ah hanyalah pada kaifiyat pelaksanaannya bukan diri merayakan maulid itu sendiri , karena inti dari perayaan maulid terkandung dalam beberapa perintah sebagaimana dlm uraian dalil maulid yg ada pada page http://abu.mudimesra.com.

Imam Syafii berkata:
"كل ما له مستند من الشرع فليس ببدعة ولو لم يعمل به السلف"
"setiap perkara yg memiliki sandaran dari syara` maka ia bukanlah bid`ah walaupun tidak dikerjakan salaf/shahabat"

merobah satu kaifiyat amalan kebaikan yg tidak ada pembatasan khusus dari syara` bukanlah satu perbuatan tercela, misalnya kita diperintahkan menuntut ilmu maka pada zaman ini kita membuat berbagai macam sistem pendidikan yang sama sekali tidak dilakukan oleh generasi terdahulu. hal ini bukanlah perbuatan tercela. demikian juga kaifiyah merayakan maulid kita lakukan dengan kaifiyat yg berbeda maka ini bukanlah satu perbuatan terlarang.
Read more

Hakikat Surat Al-Fatihah

 Ia Menyatakan DIRI

BISMILLAH........
Menjadi ia diriNya 

AR-RAHMAN  
Ya Muhammad, engkau jua keadaan 

YA RAHIM...
Ya Muhammad engkaulah kekasihKu. Tiada yang lain.
ALHAMDULILLAH.....
Ya Muhammad yang membaca Fatihah itu Aku. Yang memuji itu pun Aku. Alhamdulillah itu Ya Muhammad Sholatmu ganti SholatKu tempat memuji DiriKu sendiri.

RABBIL 'ALAMIN.......
Rabbul Alamin itu Aku Tuhan Sekalian Alam.

AR RAHMAN – AR – RAHIM......
Ya Muhammad yang membaca Fatihah itu Aku yang Memuji itu pun Aku juga.

MALIKIYAU MID DIIN.......
Ya Muhammad Aku Raja Yang Maha Besar...engkaulah kerajaannya.

IYYA KANA’ BUDU........
Ya Muhammad yang sholat itu Aku. Aku memuji DiriKu Sendiri..

WA IYYA KAA NAS TAA 'IIN...
Ya Muhammad tiada kenyataanKu jika engkau tiada

IH DI NASH SHIROTHOL MUSTAQIM...
Ya Muhmammad, Awal dan Akhir itu Aku

SIROTHOLADZINA AN 'AM TA 'ALAIHIM..
Ya Muhammad sebab Aku mencintai engkau ialah karena engkau itu kekasihKu.

GHAI RIL MAGHDU BI 'ALAI HIM..
Ya Muhammad Aku jadi Pemurah padamu karena engkau itu kekasihKu

WA LADH DHAL LIN...Ya Muhammad jika tiada Aku maka tiadalah engkau..

AMIN..
Ya Muhammad Rahasiamu itu Rahasia Aku.

Yakni yang disembah itu tiada suatu juapun didalamnya melainkan Tuhanku. Maka apabila Sholat ghaiblah didalamnya. Apabila ghaib ESA-lah ia dengan Tuhannya.

Yang Sholat itu tiada dengan lafaz dan maknanya dengan citarasa, yang sholat amat rapat kepada Zat Yang Esa dengan kata ALLAAHU AKBAR.

Maka barangsiapa masuk didalam Sholat tiada SERAH Tubuh dan Nyawa-nya maka kekallah Sifat dengan Tuhannya – tiada meng-Esakan dirinya dengan Tuhannya. Sabda Nabi SAW:

Tatkala kamu Takbiratul Ihram membuangkan lafaz dan makna melainkan Wujud Mutlak semata-mata.

Read more

Shalat Sunnah Lidaf'il Bala' (Rebo Wekasan)

Bagi para ikhwan Thoriqoh Qadiriyah Naqsyabandiyah, pelaksanaan Shalat Sunnah Lidaf'il Bala' bukanlah hal yang asing. Seperti yang diajarkan Pangersa Abah Anom ( Syekh Ahmad Shohibul Wafa Taajul Arifin RA ), shalat itu dilaksanakan ba'da shalat Isya dan sebelum shalat Subuh.

Shalat Sunat Lidaf'il Bala' merupakan shalat sunnah yang bertujuan mencegah atau menolak berbagai bala dari mana pun. Karena datangnya bala itu ternyata selalu tiba-tiba dan tidak pernah memberi tahu, apalagi SMS, maka para ikhwan dan akhwat merasa perlu untuk menjalankannya secara rutin.

Khusus pada hari Rabu disetiap akhir bulan Shafar, Pangersa Abah Anom juga telah menyerukan dalam pertemuan para Wakil Talqin pada hari Rabu tanggal 25 Februari 2009 dan dilaksakan ba'da shalat Isroq, Istiadzah, dan Istikharah, sebanyak empat rakaat. Bisa dengan dua salam atau satu salam. Di setiap rakaat, kita dianjurkan membaca surat Al-Kautsar sebanyak 17 kali, Al-Ikhlas sebanyak lima kali, Al-Falaq sebanyak satu kali, dan surat An-Nas sebanyak satu kali sebagaimana dijelaskan dalam kitab Sunnanul Mardhiyah karya Syekh Abdul Ghouts Saefullah Al-Maslul hal 50.

Adapun kaifiat pelaksanaannya sebagai berikut :
Sebelum memulai shalat mengucapkan istighfar sebanyak 3 kali sebagai berikut :

"Astaghfirullahal ’azhiim alladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaiih, taubatan ’abdin dzhoolimin la yamliku linafsihi dhorron walaa naf’aan, wala mautan, walaa hayaatan, walaa nusyuuron.”
Artinya : “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, Dzat yang tiada Tuhan kecuali Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Tegak dan aku bertaubat kepada-Nya. Taubat hamba yang zhalim, yang tidak bisa menguasai dalam dirinya kemadharatan yang ada padanya, kemanfaatannya, matinya, hidupnya, dan pada waktu dikembalikannya.”
Niat Shalat Sunnah Lidaf'il Bala':

"USHOLLI SUNNATAN LIDAF'IL BALAA'I ROK'ATAINI LILLAHI TA'ALA"
Artinya : “Aku berniat shalat sunah lidaf’il bala dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Setelah selesai shalat sunat kemudian berdo'a sebanyak 3 kali, dengan lafadz doanya sebagai berikut :

“Bismiillaahiirahmaaniirahiim, yaa syadiidaalquwwaa wa yaa syadiidaalmihaali, Allahumma innii a’udzuubika bikalimaatikat taammaati kullihaa minar riihil ahmari waminad daa-il akbari fin nafsi waddami wallahmi wal’udzmi waljuluudi wal’uruuqi subhaanaka idzaa qhodhoita amron an taquula lahuu kun fayakuun (Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar) birrohmatika yaa arhamarrohimiin.”

Artinya : “Ya Allah, dengan kalimat-Mu yang sempurna, sesungguhnya aku berlindung dari Riihil Ahmar (Angin Merah) dan dari cobaan yang besar dalam diri, dalam darah, dalam daging, dalam tulang, dan dalam setiap tetes keringat. Maha Suci Engkau (Dzat Yang) jika Engkau menghendaki sesuatu maka Engkau berkata padanya : ‘Jadilah’, maka jadilah. (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar), dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

 Kebiasaan melaksanakan shalat Lidaf'il Balaa' pada hari Rabu dipenghujung bulang Safar dinukil dari kitab Al-Jawahir Khomsi (halaman 51-52) dan juga kitab Kanzunnajah. Inti pesan yang disampaikan Syekh Al-Kamil Fariduddin Sakrajanji, "Saya telah melihat dalam aurad Al-Khawaja Mu'iduddin Q.S, sesungguhnya dalam setiap tahun Allah SWT menurunkan 320.000 bala' penyakit dan seluruhnya di hari Rabu akhir di bulan Safar. Maka hari tersebut merupakan hari yang tersusah dari hari-hari yang lain dalam satu tahun".
Read more

5 Kunci Sukses dalam ALFIYAH IBN MALIK

“Thalabul ilmi faridhatun ‘ala kulli muslimin wa muslimatin”.
“Uthlubul ‘ilma minal mahdi ilal lahdi”.

Dua hadis ini rasanya tidak asing lagi di telinga orang pesantren sebagai penuntut ilmu (thalibul ‘ilmi). Sejak madrasah ibtidaiyah (MI) dulu ustadz/ustadzah sudah mengenalkan dua hadits tersebut. Kalau masa sekarang (mungkin) sejak masa taman kanak-kanak (TK) sudah dikenalkan.
 
Namun, bagaimana cara kita untuk bisa mencapai derajat yang tinggi dalam mencari ilmu? Dalam hal ini, Ibnu Malik Al-Andalusi dalam kitab Alfiyah-nya mesdiskripsikan cara itu. Ada lima syarat yang bisa mengantarkan seseorang (thalibul ‘ilmi) pada derajat yang tinggi. Lima point tersebut yang nantinya akan membedakan antara thalibul ‘ilmi yang taat dan tidak. Hal itu beliau torehkan dalam bait syair Alfiyah-nya yang berbunyi:

“Bil jarri wat tanwini wan nida wa al # wa musnadin lil ismi tamyizun hashal”

Artinya, seorang thalibul ‘ilmi harus mempunyai dan bersifat, pertama, jar. Dalam artian tunduk dan tawadduk terhadap semua perintah (baik dari Allah SWT maupun pemerintah). Sesuai dengan apa yang difirmankan Allah swt. yang berbunyi, “athi’ullaha wa athi’ur rasul wa ulil amri minkum”.

Kedua, tanwin. Artinya kemampuan (baca: niat) yang tinggi mencari ridha Allah SWT. Dengan adanya kemauan yang tinggi seorang thalibul ‘ilmi akan mencapai apa yang ia inginkan. Sesuai dengan apa yang di sabdakan nabi Muhammad saw. yang datangnya dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh, Umar bin Khattab r.a. bahwa nabi Muhammad saw. pernah bersabda yang bunyinya, “innamal a’malu binniyati, wa innama likullimriin ma nawa… (al-Hadits)”.

Ketiga, nida’. Artinya dzikir. Setelah adanya niat yang baik untuk mencapai tempat yang layak di sisi Allah swt., seorang thalibul ‘ilmi diharapkan berdzikir mengingat-Nya. Dengan ini, niat awal tidak akan menjadi ‘ashi (bis safar/fis safar).

Keempat, al, yang berarti berfikir. Karena berfikir manusia mempunyai derajat yang lebih tinggi dari makhluk Allah lainnya. Maka dari itu, setidaknya seseorang yang ingin menggapai sesuatu seyogyanya menggunakan akal pikirannya sebaik mungkin, dengan tidak menggunakannya pada jalan yang salah, tidak berpikiran licik. Tidak seperti apa yang jamak dilakukan para aktivis yang kadang menggunakan akal pikirannya untuk mengkorup uang bawahannya, instansi, dan sejenisnya.

Kelima, musnad ilaih. Beramal nyata (ikhlas). Cara yang kelima ini merupakan puncak dari semuanya. Dengan ikhlas semuanya akan gampang.

Sejatinya lima konsep di atas tidak hanya untuk thalibul ‘ilmi semata, akan tetapi lima konsep tersebut juga untuk merka yang ingin menjadi lebih baik dan lebih maju, termasuk para pemimpin kita yang berada dalam masa krisis.
Read more

Riyadhah Dalam Thariqah

Riyadhah, atau disiplin asketis atau latihan kezuhudan dipahami oleh ibnu Arabiy sebagai:; " tahdzibul akhlak (pembinaan ahklak) yaitu tankiyyatuha watathiiruha mimma laa yaliiku biha " (penyucian dan pembersihan jiwa dari segala hal yang tidak patut untuk jiwa).

Karena itu riyadhoh adalah alat dan bukan tujuan. Disamping istilah Riyadhah ,para ulama Tasawwuf juga menggunakan istilah ‘mujahadah’. Imam qusyairi menempatkanya dalam rangkaian maqomat atau madarij arba as-saluk.

Sedangkan Abdul Wahab Sa’roni menempatkanya sebagai bagian dari Adab al-murid Finafsihi (etika murid terhadap diri sendiri). Para ulama thoriqoh melandaskan riyadhoh atau mujahadah ini pada banyak ayat Alqur’an hadist Rosululloh dan penuturan pengalaman para ulama tashowuf.

1. Landasan ayat Al-Qur'an yang dijadikan pegangan tentang Riyadhoh dalam Thoriqoh antara lain:
Firman Alloh : " wa amma man khofa maqoma robbihi wa nahannafsa a’nil hawa faa innal jannata hiyal ma’wa (ma’wa tempat tinggal) " (QS An najiat:40-41)

Demikian pula ayat lain :
" Walladziini jaahaduu fiina lanahdiyannahum subulana wa innalloha lama’al muhsiniin " (Qs Al ankabut 69)

Adapun hadist yang di jadikan landasan adalah penegasan Rosululloh yaitu tentang fungsi kerosulanya;
1. " innama buistu li utammima makarimal akhlak " (HR Baihaki dari Abu Hurairoh).
2. " afdolull jihad kalimatu adlin inda shultonin jaiirin " ( Jihad yg paling utama adalah mengemukakan kata keadilan dihadapan penguasa yg semena mena ). (HR Abu daud)

Mengemukakan keberanian di hadapan penguasa dzolim tentu membutuhkan keberanian dan tidak takut kecuali dengan Alloh . sifat ini tidak mungkin menjelma bila kita masih dikuasai hawa nafsu dan cinta dunia.

2. Urgensi riyadhoh atau mujahadah dikemukakan oleh banyak ulama,

1. Abu Ali ada-daqok guru imam Qusyairi, menyatakan : " Man jayyana dhohirohu bil mujahadah (riyadoh) hassanallohu sarooirohu bil msyahadah, wa’lam anna man lam yakun fi bidayatihi shohiba mujahadatin lam yajid min hadihit thoriqotihi " ( Siapa yang menghiasi lahiriyahnya dengan mujahadah(riyadoh) Alloh memperindah bathinnya dengan kemampuan musyahadah (menyaksikan ke Agungan Alloh denga hatinya, menyaksikan yang ghoib sejelas yang di lihat mata lahiriyahnya) Dan ketahuilah bahwa siapa yang pada awalnnya tidak mujahadah, maka ia tidak akan mencicipi semerbak aroma wangi dalam Thoriqoh ).

2. Abu Usman aL-Magribi berkata: " Man donna annahu yuftahu lahu sa’iun min haadhihit thoriqot au yuksafa lahu an syai’n minha illa bilujumil musyahadah fahuwa mukhtiun " ( Siapa yang mengira bahwa ia akan di bukakan sesuatu untuknya thoriqoh ini atau disibakkan sedikit saja dari thoriqoh ini tanpa mujahadah sungguh ia keliru ).Ungkapan populer (al haroka barokah juga bisa di pahami dalam kontek riyadhoh ).

3. Abu Ali addaqqoq berkata : ”Harokatuddowahir tujibu barokatus sarooir “ ( gerakan tubuh lahiriyyah "mujahadah riyadhoh" menghasilkan keberkahan pada jiwa ).

4. Yahya bin mu’adz sebagai mana di kutip imam Al Ghojali menegaskan : " a’daul insan salasatun dunyahu wasaithonun wanafsuhu fahtaris minaddunyahu bijjuhdi wa minassyaithonu bimukholafatihi waminannafsi bittarkissahawat ". Arriyadotu ala arbaati aujuhin : al quutu minatto’am walgomdu minal manam walhajatu minal kalam wal hamlul ada min jamiil anam fayatawalladu min killatit to’am mautussahawati wamin killatil manam shofwul iroodaah wamin killatil kalam assalamatu minal aafat wamin ihtimaalil adaa albulugu ilal gooyaat :

3. Riyidhoh dalam Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah
Riyadoh itu mencakup 4 aspek
  1.     Mengurangi makanan pokok
  2.     Mengurangi tidur
  3.     Mengurangi bicara yg tdk perlu
  4.     Menanggung derita karena di ganggu banyak orang.
Target mengurangi makan supaya mengendalikan keinginan liar yang menjerumuskan, target sedikit tidur bersihnya berbagai keinginan, target sedikit bicara selamet dari berbagai bencana,target menanggung derita diganggu banyak orang adalah sampai tujuan.

Didah Residah Mubaroq salah seorang puteri KH. Abdullah Mubaroq Bin Nor Muhammad RA, pendiri Pondok Pesantren Suryalaya, menjelaskan riyadhoh yang bisa di amalkan antara lain :

    40 malam mandi 40 x tiap tiap malam
    40 malam melek / tidak tidur
    40 hari berpuasa
    40 hari tidak makan nasi)
    40 hari tidak makan garam
    40 hari tidak minum
    40 hari Kholwat gak boleh ketemu orang sama sekali.
    40 hari tidak boleh bersentuhaan dengan wanita, sekalipun anak kecil.
    40 hari lisan tidak bicara (tapa bisu)

Riyadhoh yang di ajarkan oleh Sulthon Aulia fii hadza Zaman Syech Ahmad Sohibul Wafa Tajul Arifin QS, Kepada ikhwan TQN SURYALAYA kurang lebih sama dengan riyadhoh yang di ajarkan pangersa Abah Sepuh RA. Riyadhoh ini secara umum tidak di berikan oleh mursyid kepada Murid kecuali murid yang meminta.

Ingat ! Jangan pernah mengamalkan riyadhoh tanpa ijazah dari seorang mursyid dan juga  jangan pernah meminta riyadhoh kepada selain mursyid atau orang yang tidak di beri otoritas oleh mursyid. Riyadhoh dan do’anya adalah satu paket.
 
4. Pelaksanaannya Riyadhoh sbb:

Bangun setiap malam dari jam 2.00, paling telat jam 3.00 wib,selama 40 hari.Dasarnya Firman Alloh : ( QS Al-Baqoroh;222)
1. Bangun Tidur
  1. Doa sebelum mandi ( masuk jamban ):"A'udzubillahi minal khubusi wal khobais"
  2. Diawali dengan mandi taubat, Dengan niat : "Robbi anzilni munzalan mubarokan waanta khoerul munziliin"
  3. Setelah mandi (keluar jamban) : " Alhamdulillahi ladzi adzhaba aniyaladza wa'afani ashshadu anla ilallaah wa ashadu anna muhammadarrosululloh ".
2. Sholat
  1. lalu shalat syukrul wudhu 2 raka'at: Usholli sunnatan syukrul wudhu rok'ataini lillahi ta'ala Allohu Akbar.
  2. Sholat tahiyatul masjid 2 raka'at: Usholli sunnatan tahiyatal masjid rok'ataini lillahi ta'ala Allohu Akbar
  3. Shalat taubat 2 raka’at: Usholli sunatat taubati lillahi ta'ala Allohu Akbar
  4. Shalat tahajud (boleh 6 atau 8 roka'at): Usholli sunnatat tahajudi rok'ataini lillahi ta'ala Allohu Akbar
  5. Shalat tasbih 4 raka,at : Usholli sunnatat tasbihi rok'ataini lillahi ta'ala Allohu Akbar
  6. Shalat witir 11 paling sedikit 3 raka’at: Usholli sunnatal witri tsalatsa lillahi ta'ala Allohu Akbar
  7. Dilanjutkan dzikir jahar 165 x (dengan cara yang biasa), lalu dzikir khofi sebanyak-banyaknya (dengan cara yang biasa) sampai subuh.
3. Doa Khusus

Setiap riyadhoh yang di ajarkan kepada murid selalu di iringi do’a khusus yang di berikan secara khusus pula oleh mursyid. Do’a itu menjadi simbol support mursyid bagi murid . Di samping itu, pada redaksi do’a riyadhoh terdapat tsamroh / hasil bila riyadhoh telah di tunaikan dengan baik. Untuk do’a mandi taubat do’anya tertera pada QS Al Mu’minun ayat 29.

4. Tidak makan nasi ikan dan daging
Dasarnya:  Persoalan makan adalah mubah, tak tampak pahala atau dosa. Bila makan di niatkan untuk ibadah maka akan medapatkan pahala. Bila meninggalkan makan diniatkan untuk ibadah, kita juga dapat pahala.
Pelaksanaan tidak makan nasi, daging dan ikan selama 40 hari 40 malam. Boleh makan telur dan madu.
Do’a : Allohumma yassir alayyal yusrol ladzi yassartahu a’la kastsiirim min i’baadik, wa agnini bifadlika ‘amman siwaaka. 

5. Puasa kifarat.
Dasarnya : Sabda rosululloh : man shoma yauman fi sabilillah ba’adal llohu yaumal kiyamah wajhahu a’ninnari sab’iina khoriifa (HR. Bukhori)
Pelaksanaan puasa pada hari selasa, rabu dan kamis. Pada malam jum’at tidak tidur dari matahari terbenam sampai terbit fajar(sholat Subuh) di lakukan selama 7 pekan.
Pada malam jum’at membaca do’a berikut sebanyak 129x : Allohu lathiifun bi i’badhi yarjuqu mayasyaa wahual qowiyyul aziz (As-syuro 19)
Puasa 13 hari dan melek 36 jam tidak boleh  menyender
Melek sehari tidur hanya 2 jam

6.Tidak tidur malam jum’at ( untuk salat dan dzikir )
Dasarnya: " innal muttaqiina fii jannatiw wa’uyuunin a’hidiina maa aatahum Robbuhum innahum kaanuu qobla dzalika muhsiniinaa kaanuu qoliilam minallaili ma yahjauun wabil ashaari hum yasstaghfiruuna wafii amwalihim haqqo lissa,ili walmhruum "

Artinya : sesungguhnya orang orang yang bertakwa berada di dalam taman taman (surga) dan dimata air mata air, sambil mengambil apa yg di berikan kepada mereka oleh tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang orang yg berbuat baik ; mereka sedikit sekali tidir di waktu malam ; dan di akhir malaam mereka memohon ampun (kepada Alloh ) dan pada harta harta mereka ada hak untuk orang miskin yg meminta dan orang miskin yg tidak mendapat bagian (QS Adz-Dariyat 15-19).

Menurut ayat di atas, sipat atau karakteristik orang yang bertaqwa adalah ( kanuu qoliilim minal laili maa yahja’uun) sedikit tidur di waktu malam. Yakni melaksanakan salat, dzikir dan munajat kepada Alloh. Kata( yahja) sedikit berbeda dengan (yanam) kalau kata yahja sedikit tidur dan itu sebaliknya. Pengamalannya setiap malam jum’at tidak tidur dari matahari terbenam sampai terbit fajar, kurang lebih selama 1 tahun doa yang dibaca setiap malam jum'at sbb: Do’a yg pada malam jum’at

    Membaca fatihah kepada N Muhammad, Nabi khidir, N Ilyas, N Sulaiman.
    Membaca al fatihah, al ikhlas 3x,al falaq 1x, dan al nas1x.
    Membaca do’a berikut ini sebanyak 103x

" bissmillahir rohmaanirrohiim allohumma anntal awwalu falaisa qoblaka syaiun, wa antal akhiru falaisa ba’da syaiun wa antal a’liim. Wa antal qodiru innaka a’la kullisyaiin qodiir. Allohumma robbana anjil a’laina maaidatam minassamaaitakuunu lana ‘idal liawwalana wa ahiriina wa ayatan minka warjuqnaa wa annta khoirurrojiqiin "

Artinya : Ya Alloh Engkau maha awal tak ada apapun sebelum Engkau. Engkau maha akhir tak ada apapun setelah Engkau. Engkau maha mengetahui sungguh Engkau maha mengetahui atas segala sesuatu . Engkau maha kuasa sungguh Engkau maha kuasa atas segala sesuatu.
Ya Alloh Ya tuhan kami turunkanlah pada kami suatu hidangan dari langit (yg hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda kekuasaan bagi Engkau. Beri rijqilah kami dan Engkaulah pemberi rizqi yang paling utama. (QS Al-maidah 114)


7. Jaya Sampurna
Dasar : Sama seperti melek malam jum’at

    Doa ya subbuhun 21x dengan menahan nafas, arahkan pada posisi diatas susu sebelah kiri
    Doa ya quddusun 21x dengan menahan nafas, arahkan pada posisi susu sebelah kanan
    Ya robbi aksyif li hadzal qolbi 21x dengann menahan nafas
    Ya a’limal ghoibi wasy syahadah 21x dengan menahan nafas arahkan pada posisi tengah dada
    Illallooh 21x arahkan pada posisi dibawah susu kiri
    Alam taro ilaa robbika kaifa maddzad dhilli 21x dengan menahan nafas

8. Tidak bersentuhan kulit dengan lawan jenis (Hizb saefi Yamani)

5. Mengenal Puasa Abah Sepuh
Puasa Abah Sepuh memang jarang sekali yang mengetahuinya, diantarannya adalah puasa mujahadah, ketika kita akan melaksanakan puasa mujahadah, Abah Sepuh melarang untuk ngomong-ngomong atau bilang sama orang lain bahwa kita sedang puasa, kecuali orang yang ada dirumah.

Yang dimaksud puasa mujahaddah tersebut adalah tidak menolak suatu pemberian orang lain dan tidak meperlihatkan suatu amal kita kepada orang lain selain orang yang ada dirumah misal ketika kita puasa sunah mujahadah ada orang yang menawarkan minuman dan makanan dari orang lain yang tidak tahu kita berpuasa, maka makanlah apa yang telah mereka berikan kepada kita, sebab itu adalah rizqi kita dan penghormatan kepada si pemberi jangan sekali kali kita mengatakan saya sedang berpuasa. Inilah puasa Mujahadah

Menurut cerita Pangersa aang cianjur (wakil talqin) ketika disuruh oleh Abah Sepuh untuk melaksanakan shoum ( puasa ) dan menggarap sawah. Diam-diam Abah sepuh menyuruh orang untuk membawa makanan setiap akan dzuhur, 3 hari pertama Pangersa aang merasa kebingungan dan Abah Sepuh berkata, "balikan deui euy puasa teh" ( balik lagi puasanya ang ) Didalam kebingungan itulah Abah Engkos menjelaskan kepada Pangersa Aang, Bahwa puasa mujahadah itu adalah puasa menjaga hubungan manusia ( hablum minnas ) dan menanamkan sifat husnudzon kepada Manusia dan Sang Khalik.

Kalau kita laksanakan... subhanalloh mengandung efek psikologis yang sangat baik sekali untuk memantapkn dzikrulloh dan suatu pembelajaran, bahwa ketika kita melaksanakan puasa mujahadah tetap berhubungan dengan hablum minnannas ( hub sama manusia ) dan menanamkan sifat husnudhon

Menurut H Wenda Menantu nya Pangersa Abah.
Bahwa kalau kita melaksanakan Riyadhoh dengan disertai amaliyah dzikir, manfaatnya sangat Dasyatnya, jantung bisa berdetak sinergi, seluruh tubuh bisa kedutan dan bergetar, qolbu terasa hangat, pikiran plong seperti tidak ada beban, kuku terisi dzikir, 360 lebih sendi terisi dzikir, rambut pun bisa bergerak,  sakit bisa jadi nikmat, otak tidak akan menciut dan sebagainnya

Ada juga riyadohoh yang diberikan Pangersa abah kepada H Wenda yaitu :

1. Riyadhoh setiap malam jumat di Pesantern Suryalaya pergi kamis siang, pulang ba'da jum'atan, 40 jum'at tidak boleh putus kira-kira 8 bulan terus menerus

2. Ibadahnya :salat ashar dzikir khataman, magrib dzikir khataman, isya dzikir khataman, diteruskan ke atas dzikir di makam pangersa Abah sepuh, lanjut lagi manaqiban, istirahat 2 jam, lanjut mandi taubat jam 12 lewat. masuk mesjid slahat sukrul wudhu, tahiatul masjid, salah hajat, tahajud, shalat tasbih,shalat sirrullah shalat (........Khusus )salat witir, lanjut dzikir sampai teler, baru tawajuh sampai tarhim. Dilanjut shalat subuh, setelah itu ikut di talqin lagi,

3. Ngaras sambil bawa aqua ke pangersa Abah, cium tangan dan kaki , lanjut sarapan pagi, istirahat sampai jam 10 pagi, lanjut madi lagi, jam 11 masuk masjid ikut Dzikir sampai azan Shalat jumat, selesai salat, makan siang, lanjut pamit ke pangersa dan ke putra putri Pangersa,lanjut mampir ke bandung ke rumah nya kang wenda, shalat ashar disana...abis dari situ kembali ke kegiatan sehari hari...minggu besoknya pulang lagi ke Suryalaya, lakukan kegiatan yang sama selama 40 kali, efeknya sangat dahsyat kebiasaan itu bisa di praktekan di "rumah"

Efek positifnya : hijab terbuka, rahasia langit diketahui, rahasia terjaga ( Waliyullah )
Efek negatifnya : godaannya sangat besar bisa jadi dukun. Sedangkan pekerjaan ahli tharekat yang paling jelek itu jadi dukun, menolong orang dengan pamrih, atau keluar perkataan kalau bukan karena saya orang itu gak akan sembuh, atau mengharap imbalan lebih sehingga bisa jadi sombong. Bahkan bisa kena dosa syirik kalau sudah terkena dosa syrik, sangat sulit untuk kembali, mau nangis darah juga susah kecuali dengan pertolongan doa para sahabat ( wali ), atau Guru Mursyd persisi seperti dalam manqobah.

6. Melatih Dzikir Khofi

Yang sangat sulit dilakukan dzikir khofi adalah ketika melakukan segala aktifitas, dibarengi dengan dzikir khofi, misal sambil menulis atau membaca dibarengi ingat dzikir khofi.Itu sangat Sulit dilakukan jika tidak dibiasakan Diusahakan dan dibiasakan memulai sesuatu itu awali dengan ingat ( khofi ). Kalau ditengah-tengah berhenti, ingatkan lagi, di akhir lupa ingatkan lagi.

Untuk menyiasatinya bisa pakai alarm hp yang setiap setengah jam atau satu jam sekali alarm itu berbunyi. atau bisa juga mengaplikasikan metode gambar, dengan melihat tulisan Ismu dzat, artinya kemana kita memandang dahulukan pandangan izmu dzat itu......ada metoda nya cara melatih melihat izmu dzat dengan pandangan dohir.

Sebagai contoh : ambil buku kecil dan pena kaligrafi, lalu tulis kalimat Izmu dzat keliling kertas, sampai terisi penuh, setelah penuh tulis izmu dzat besar di tengah-tengah nya, pandagi terus sampai perih menetes air mata, lakukan lagi di kertas baru, terus sampai buku /kertas berisi tulisan ismu dzat....selamat mencoba

7. Godaan Dalam Dzikir

Kata Pangersa Abah Qs kalau kita melihat sesuatu di antara yang kita lihat ( Mata Bathin ), atau ada di tengah-tengahnya maka solusinya adalah bayangkan ismu dzat itu, sehingga apa yang kita lihat terhalang dengan bayangan ismu dzat. (dari ustadz Rachman Bafadzal)

Jangan aneh kalo sedang Dzikir melihat ini atau melihat itu atau melihat sesuatu yang kita tidak pernah lihat, atau bayangan sehari hari atau kejadian kecelakaan tergambar di benak...atau merasakan sesuatu yang menjalar di tubuh.

Abaikan saja dulu dan lanjutkan dzikir , kalau kaki kesemutan biarkan aja jangan di gerakan , nanti juga akan hilang sendirisekali kali belajar duduk dzikir dengan kaki di belakan satukan dua jari jempol, awalnya sakit sekali lama lama kalau seudah terbiasa tidak terasa , Biasakan tidur miring kekanan tangan ke pipi tawashul pendek aja ( tawashul khusus pendek tapi mantap bagi yang sudah tau) bagi yang tidak tau tawasul yang tau aja lanjut baca ya latiif sampai tertidur.

8. Rahasia Awet Muda

Adalah mandi malam, dan mandi setelah bangun tidur,sebelum shalat mau jam berapa aja silahkan , bangun jam 12, jam 2, jam 3, atau jam 4 langsung mandi jangan di tunda
Mandi sehat yang dianjurkan di Pontren Suryalaya adalah mulai jam 12 malam lewat, sampai jam 3 sore...berhasiat mencegah penyakit rematik dan bikin awet muda...rahasianya sbb;

    Doa sebelum mandi ( masuk jamban ): A'udzubillahi minal khubusi wal khobais
    Diawali dengan mandi taubat, Dengan niat : Robbi anzilni munzalan mubarokan waanta khoerul munziliin.
    Setelah mandi (keluar jamban) : Alhamdulillahi ladzi adzhaba aniyaladza wa'afani ashshadu anla ilallaah wa ashadu anna muhammadarrosululloh.

9. Kiat Memancing Rizqi

Orang yang memberikan kiat ini adalah salah satu kasepuhan tqn yang umur-nya sekarang kurang lebih 80 tahun, wajahnya bersih, dan beliau adalah seorang ahli pengobatan. Masih satu angkatan dengan wakil talqin Ajengan Nasution alm beliau adalah salah satu pembimbing di bandung kasepuhan.

Kata beliau kalau mau mancing ikan itu harus dengan makanan yang di sukai ikan. Begitu juga dengan masalah rizqi, metodenya sama dengan memancing ikan. Pancing rizqi itu dengan shodaqoh/infak . Allah swt telah berjanji kalau engkau bersadakah pasti akan di lipat gandakan 10 kali lipat bahkan bisa lebih.

Untuk itu selalu Niatkan kalau mau keluar rumah dan sediakan itu sediakan selalu uang untuk sedekeh disaku atau disompet, kalau bisa jangan recehan, nanti dapatnya recehan juga, bertemu siapapun bila ada yang meminta atau gelagat orang membutuhkan uluran tangan kita, berikan dan ingat jangan di hitung-hitung dan diceritakan kepada siapa pun. 

Jauhkan dari pikiran yang demikian, perbanyak bersilaturahmi dengan membawa buah tangan atau oleh oleh kesukaan nya. Biasakan pula memberi makanan nasi dan lauk kesukaan buat tamu, seperti yang di ajarkan pangersa Abah Sepuh, ( makanya di suryalaya mau ada tamu berapa ribu orang juga tidak pernah kekurangan makanan, selalu tercukupi ) dan ingat jangan mentang-mentang ada janji Allah swt, kita menunggu hasil pekerjaan itu, atau berharap segera, mendapat rejeki berlimpah.

Lakukan itu terus menerus dan rasakan ketika mendapat suatu kenikmatan dan tercukupinya segala keperluan. Ingat di suryalaya itu di dalam mesjid nya tidak ada kotak amal, tidak seperti di mesjid pada umumnya. Itulah adalah sebuah simbol pelajaran bagi tiap muridnya.

Macam-macam Puasa kaum Sufi :
1. Puasa Wajib (Ramadan) : Puasa wajib sebulan Ramadan bagi orang-orang Islam.
2. Puasa Sunat :
  1.     Hari 'Arafah( dalam bulan Zulhijjah )
  2.     Hari 'Ashura
  3.     10 hari pertama bulan Zulhijjah
  4.     10 hari pertama bulan Muharram
  5.     Seberapa banyak hari dalam bulan sya'ban
  6.     Hari awal pada setiap bulan
  7.     Setiap pertengahan bulan
  8.     Pada setiap akhir bulan
  9.     Pada setiap 13,14 dan 15 haribulan
  10.     Pada setiap hari khamis
  11.     Pada setiap hari Jumaat
  12.     Pada setiap hari Isnin
  13.     Pada setiap Puasa selang sehari sepanjang tahun ( puasa Nabi AlloH Dawud a.s )
Dan di-Larang berpuasa pada hari-hari 'Aidil Fitri' dan 'Aidil Adha', serta setiap hari sepanjang tahun, berturut-turut hari tanpa henti. Sabda Nabi saw: " Perbendeharaan dunia ini di-persembahkan kepada ku tapi aku menolaknya, lalu berkata: " Aku akan berpuasa satu hari dan berbuka esoknya. Apabila aku makan aku memuji Engkau (AlloH) dan apabila aku berpuasa aku memohon kasih sayang dari pada-mu." Dan kemudian Nabi saw. bersabda lagi,"Tidak ada puasa yang lebih baik daripada ini."

Sumber:
1. Ustadz Achmad Syarif Hidayat
2. Ustadz Rachman Bafadzal
3. Anfas Ghoibiyah Al-Akhyar
4. Buku Ibadah ( Syech Ahmad Sohibul Wafa Tajul Arifin Qs )
5. Maklumat Pontren Suryalaya
________________________________________________________________
Catatan Kaki:
Dalil Hadits rahasia Amalan 40 hari : puasa, ibadah, tawajuhhan dzikir, dakwah

Hadits riwayat Abu Dawud dan Abu Nu’man dalam kitab Al-Hilyah :
Nabi Muhammad Saw. bersabda yang maksudnya : “Barangsiapa mengikhlashkan dirinya kepada Allah (dalam beribadah) selama 40 hari maka akan zhahir sumber-sumber hikmah daripada hati melalui lidahnya”. (HR. Abu Dawud dan Abu Nu’man dalam alhilyah).
 
1. Imam at Tirmidzi meriwayatkan dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, ia mengatakan, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِي جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الْأُولَى كُتِبَتْ لَهُ بَرَاءَتَانِ بَرَاءَةٌ مِنْ النَّارِ وَبَرَاءَةٌ مِنْ النِّفَاقِ
 
“Barangsiapa yang shalat karena Allah selama 40 hari secara berjama’ah dengan mendapatkan Takbiratul pertama (takbiratul ihramnya imam), maka ditulis untuknya dua kebebasan, yaitu kebebasan dari api neraka dan kebebasan dari sifat kemunafikan.” (HR. Tirmidzi, dihasankan oleh Syaikh Al Albani (wahabi majnun) di kitab Shahih Al Jami’ II/1089, Al-Silsilah al-Shahihah: IV/629 dan VI/314).
 
2. hadits yang diriwayatkan Imam Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dari Anas bin Malik radliyallah ‘anhu:
مَنْ وَاظَبَ عَلَى الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوْبَةِ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً لا تَفُوْتُهُ رَكْعَةٌ كَتَبَ اللهُ لَهُ بِهَا بَرَاءَتَيْنِ، بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ وَبَرَاءَةٌ مِنَ النِّفَاقِ  “Siapa yang menekuni (menjaga dengan teratur) shalat-shalat wajib selama 40 malam, tidak pernah tertinggal satu raka’atpun maka Allah akan mencatat untuknya dua kebebasan; yaitu terbebas dari neraka dan terbebas dari kenifakan.” (HR. Al-Baihaqi, Syu’abul Iman, no. 2746)
 
3. Dalam kitab syarah al-hikam
Nabi SAW bersabda :” Barangsiapa Yang Mengamalkan Ilmu Yang Ia Ketahui Maka Allah Akan Memberikan Kepadanya Ilmu Yang Belum Ia Ketahui”.
 
4. Hadits qudsy shahih Riwayat Hakim
Dari Abu Darda Ra. berkata : “Aku mendengar Rasulullah Saw. Bersabada, “Sesungguhnya Allah Swt berfirman kepada Isa As. : “Aku akan mengirimkan satu umat setelahmu (ummat Muhammad Saw.), yang jika Aku murah hati pada mereka, mereka bersyukur dan bertahmid, dan jika Aku menahan diri, mereka sabar dan tawakal tanpa [harus] mempunyai hilm (kemurahan/kemurahan hati) dan ‘ilm (ilmu) .” Isa bertanya: “Bagaimana mereka bisa seperti itu ya Allah, tanpa hilm dan ‘ilm?” Allah menjawab: “Aku memberikan mereka sebagian dari hilmKu dan ‘ilmu-Ku.” [HR. Hakim. Katanya Hadits ini shahihmenurut syarat Bukhary, tetapi ia tidak meriwayatkannya, sedangkan adzahaby menyepakatinya". I/348]
Keterangan : Hadits ini juga terdapat pada Muntakhab hadits SyaikhulHadits Maulana Yusuf, Hadits No. 27, Bab ikhlash dan Juga terdapat pada kitab Ucapan Nabi Isa as dalam kisah-kisah literature umat islam, Tarif Khalidi.

5. Dalam hadits qudsy (Kitab Futuh Mishr wa Akhbaruha, Ibn ‘Abd al-Hakam wafat 257 H).
Allah mewahyukan kepada Isa untuk mengirimkan pendakwah ke para raja di dunia. Dia mengirimkan para muridnya. Murid-muridnya yang dikirim ke wilayah yang dekat menyanggupinya, tetapi yang dikirim ke tempat yang jauh berkeberatan untuk pergi dan berkata: “Saya tidak bisa berbicara dalam bahasa dari penduduk yang engkau mengirimkan aku kepadanya.” Isa berkata: “Ya Allah, aku telah memerintahkan murid-muridku apa yang Kau perintahkan, tetapi mereka tidak menurut.” Allah berfirman kepada Isa: “Aku akan mengatasi masalahmu ini.” Maka Allah membuat para murid Isa bisa berbicara dalam bahasa tempat tujuan mereka diutus.
 
6- Dalam hadis qudsi, Nabi Isa as. Juga bersabda:
“Isa As. berkata: “Buat kalian tidak ada gunanya mendapat ilmu yang belum kalian ketahui, selama kalian tidak beramal dengan ilmu yang telah kalian ketahui. Terlalu banyak ilmu hanya menumbuhkan kesombongan kalau kalian tidak beramal sesuai dengannya.” [ Diriwayatkan oleh (Abu 'Abdallah Ahmad bin Muhammad al-Syaibani) Ibn Hanbal (... – 241 H), Kitab al-Zuhd, 327. Dan (Abu Hamid Muhammad bin Muhammad) Al-Ghazali (... - 505 H), Ihya' 'Ulum al-Din, 1:69-70].
 
Read more

Perbedaan Dzikir Jahr dan Dzikir Khofi

Dan dzikir itu ada dua macam (jahar dan khofiy) supaya Lathifah-lathifahnya tersebut bisa terus berdzikir. Dzikir yang diucapkan dalam perasaan (hati) ucapannya berbeda dengan dzikir yang di lisankan (Laa ilaaha illAllah). Adapun yang di dalam hati akan diolah dalam tujuh tempat tapi untuk saat ini hanya dalam satu tempat saja, yaitu di dada sebelah kiri kira-kira dua jari bawah punting susu yang di situ ada perasaan yang namanya Lathifatul Qolby.

Di sinilah perasaan yang membolak-balikkan (yuqolibullohu kaifa sya’a), membolak-balikkan perasaan dalam Lathifatul Qolby dari Allah seakan-akan itu Nur Allah Sendiri. Kadang-kadang senang, kadang-kadang loba, kadang-kadang pelit, kadang-kadang benci dan kadang-kadang tidak benci, semunya itu dari perasaan. Nah, kita olah dahulu Lathifatul Qolby dengan dzikir Allah… Allah… supaya hati bisa menyebut Allahu… Allah.

Sebelumnya mari kita tawasul kepada para guru (Guru Mursyid) khususnya Kanjeng Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani dan lepada seluruh guru sampai kepada Syeikhina wa Mursyidina Ahmad Shohibul wafa Tadjul Arifin atau Abah Anom. Lahum Al-Fatihah…

Setelah kita bertawasul, kita membaca istighfar (memohon ampunan) kepada Allah dan bertaubat kepada Allah, istighfarnya yaitu, “Astaghfirullooha Rabbiy min kulli dzanbin wa atuubu ilaih” (Aku mohon ampun kepada Allah, Tuhan Pemeliharaku, dari semua dosa, dan aku bertaubat kepada-Nya).

Setealh istighfar, kita membaca Sholawat (seperti pada tahiyyat). Mari kita baca bersama-sama; “Astaghfirullooha Rabbiy min kulli dzanbin wa atuubu ilaih…3x. Alloohumma sholli ‘alaa Sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aali Sayyidinaa Muhammad … fil ‘alamiena innaka hamiedun majied. Ilaahiy Anta Maqshhudiy wa ridloka mathluubiy a’thieniy mahabbataka wa ma’rifatak”.

Syaratnya harus menundukkan kepala, mata terpejam, mulut tertutup tidak bergerak dan gigi menggigit (terkatup) sehingga lidah bisa menempel ke atas langit-kangit. Mulai dengan memandang ke sebelah kiri, yaitu bawah puting susu, silakan tunjuk dengan jari kalian masing-masing kira-kira dua jari bawah puting susu. Konsentrasikan, pusatkan perasaan (bayangan). Kita mulai, dzikirnya; “Allahu… Allah…”. Jangan dilisankan, jangan pula menggerakkan mulut; “Allahu… Allah…”. Dalam hati, dalam Lathifatul Qolby, tundukkan kepala dengan kuat dan yakinlah bahwa penglihatan Allah, pendengaran Allah menyertai kita, ketentuan dan kehendak Allah juga terus menyertai kita; “Allahu… Allah…”.

Kita pasrahkan semua masalah, kita rasakan bahwa semua itu dari Allah dan kita kembalikan kepada Allah; “Allahu Allah…”. Seluruh perasaan, seluruh angan-angan kita kumpulkan menjadi satu di sebelah kiri kemudian kita gempur di dalamnya sekeras-kerasnya dalam angan-angan hati; “Allahu… Allah…”. Rasakan bahwa kita hina, kita celaka jika hati kita tetap berperasaan dan berangan-angan duniawi, “Qod aflaha man tazakkay waqod khoba man dassaahaa” (Sungguh beruntung orang yang membersihkan hatinya dari perasaan yang kotor dan sungguh celaka orang mengotorinya). Ayo terus ucapkan dalam hati; “Allahu… Allah…”. Timbulnya angan-angan, yang mewujudkan juga Allah, timbulnya perasaan yang menimbulkan juga Allah; “Allahu… Allah…”.

Dzikir ini dilakukan bersama masuk dan keluarnya nafas sehingga nafasnya diatur, masuknya dari sedikit dan begitu pula dengan keluarnya dengan diiringi dzikir “Allahu… Allah…”. keluarnya nafas, sertailah dengan; “Allahu… Allah..”.

Masuknya nafas juga tetap kita iringi dengan “Allahu… Allah…”. Kita serahkan semua perkara kepada Allah, yaitu Allah yang Maha Pemberi, Allah yang Maha Mencukupi, Allah yang Maha Menentukan; “Allahu… Allah…”, kita pasrah, “Waman yatawakkal ‘alAllahi fahuwa hasbuh” (Barangsiapa bertawakkal kepada Allah maka Allah cukup baginya). Pada hakekatnya Allahlah yang menyampaikan semua perkara; “Allahu… Allah… Allahu… Allah .., Laa ilaaha illAllah, Sayyiduna Muhammadun Rasululloh dholAllahu ‘alaihi wassalam”.

Para Bapak dan semua hadirin, dzikir khofi seperti ini adalah menurut Thoreqot Naqsyabandiyyah. Yang demikian ini tidak ada batasan, tidak dibatasi 165 kali atau 1000 kali, tapi harus terus kita usahakan. Jika kita lupa, maka kita sebut kembali dengan Allahu… Allah dalam hati sehingga jangan sampai kita sering ghoflah (lalai).
Firman Allah, “Wadzkur Rabbaka fiy nafsika tadlorru’an wakhiefatan waduunal jahri minal qauli bighuduwwi wal aashool wallaa takun minal ghoofilien” (Sebutlah nama Tuhanmu dalam kesendirianmu dengan menunduk, penuh rasa takut dan dengan tanpa mengeraskan suara (dzikir dalam hati) di waktu pagi dan sore dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai).

Tang demikian ini adalah bertujuan supaya ketika sedang berbincang-bincang dengan teman, mencangkul, jual-beli, hati kita tetap bisa dzikir kepada Allah sehingga usaha kita jika jalan kaki misalnya, maka kaki tersebut kita gunakan untuk berdzikir kepada Allah.

Saat kita melangkahkan kaki kanan-kiri, dalam hati kita menyebut Allahu… Allah. Begitu pula dengan ayunan tangan saat kita berjalan juga kita gunakan untuk berdzikir Allahu… Allah dalam hati. Mendengar detak jarum jam juga kita gunakan sebagai alat dzikir Allahu… Allah. Mendengar instrumental (alat musik) juga kita gunakan sebagai alat dzikir Allahu… Allah. Jadi semua keadaan yang terjadi di alam ini bisa kita jadikan sebagai alat dzikir kepada Allah SWT. Apabila mampu seperti ini barulah orang itu bisa tidak berhenti dari dzikir meski hanya satu kedipan mata. Mudah-mudahan kita dijadikan golongan orang-orang yang dapat berdzikir krpada Allah SWT. ["Amien..."].

Allahuma ij’alana minadz dzaakiriena wadz dzaakirot.
Allahumma nawwir qulubana bikulli hidayatika kama nawwarta binuri syamsika abadan abadan.
Robbana taqobbal minna innaka Antas Samie’ul ‘Alaiem watub ‘alaina innaka Anta Tawwabur Rohiem.
Robbana dholamna anfusana wa inlam taghfir lana watarhamna lanakunanna minal khosirien.
Robbana atina fid dunya hasanatan wafil akhiroti hasanatan wa qina adzaban naar, wa adkhilna jannata ma’al abror Ya ‘Aziezu Ya ghoffar. Wa sholAllahu ‘alaa
Sayyidina Muhammadin an-nabiyyil umiyyi wa a’alaa alihi wa shohbihi wa azwajihi wa dzurriyyatihi wa ahli baitihi ajma’ien wasallam.
Subhana Roobika Robbil ‘Izzati ‘amma yashifuun wa salamun ‘alal mursalien wal hamdulullahi Robbil ‘alamien.
Read more